Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Apresiasi dan Pesan Moral atas Suksesnya Rangkaian Ritual Adat Nyello’ Aing 7 Sumur Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura

Avatar photo
49
×

Apresiasi dan Pesan Moral atas Suksesnya Rangkaian Ritual Adat Nyello’ Aing 7 Sumur Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Teks Foto: Ritual Sakral Nyello’ Aing di Sumur Keputren/ Sumur Bidadari Dalam Rangkaian Kegiatan Upacara Adat Song Osong Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura, (istimewa)

METROPOLITAN POST — Tokoh adat Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura, Kyai Raden Miftahussurur Fatah, SE, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya dengan khidmat dan lancar seluruh rangkaian Ritual Adat Nyello’ Aing yang Dilaksanakan pada 7 Sumur Keraton setelah Terlaksananya Haul Agung Raja Aryo Menak Senoyo Madura Sebagai Bagian Kelanjutan Dari Rangkaian Kegiatan Upacara Adat Song Osong Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura

Example 300x600

Menurutnya, prosesi sakral ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan pengingat moral dan spiritual tentang hakikat kepemimpinan dalam adat, agama, dan kehidupan bermasyarakat.

“Ritual adat bukan hanya untuk dilaksanakan, tetapi untuk dihayati. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan adalah amanah, bukan kemuliaan pribadi, dan kekuasaan harus selalu tunduk pada nilai ketuhanan, adat, serta kemaslahatan umat,” tutur Kyai Raden Miftahussurur Fatah, SE dalam keterangannya kepada redaksi media, (20/1/2025).

Beliau menegaskan, suksesnya rangkaian ritual ini patut disyukuri bersama, sekaligus menjadi tausiyah kebudayaan agar para pemimpin khususnya calon raja senantiasa menempatkan diri sebagai pelayan umat, penjaga adat, serta penegak keadilan dan akhlak.

Kyai Raden Miftahussurur Fatah juga dikenal sebagai bagian dari Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI), bersama para Raja, Sultan, dan Tokoh Pemangku Adat se-Nusantara, yang secara konsisten menyerukan pentingnya merawat nilai luhur adat sebagai penyangga moral bangsa.
Warisan Adat yang Menyatukan Spiritualitas dan Hukum Adat.

Lebih lanjut disampaikan, rangkaian ritual yang berlangsung di lingkungan Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura merupakan warisan adat luhur yang berakar kuat pada nilai spiritual, kearifan lokal, dan Hukum Adat Kutara Manawa, yang diwariskan secara turun-temurun sebagai pedoman kehidupan keraton dan masyarakat adat.

Rangkaian Ritual Nyello’ Aing

Ritual Nyello’ Aing dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut, mulai Rabu hingga Selasa pukul 06.00–10.00 WIB, sebagai sarana ritual sakral penyucian diri lahir dan batin Calon Raja dan merupakan penghormatan terhadap sumber kehidupan.

Rangkaian tersebut meliputi:
1. Rabu, 14 Januari 2026 (25 Legi) Ritual Nyello’ Aing di Sumur Keraton/ Sumur Bintang Dusun Gayam Barat Desa Proppo, dipimpin Nyai Hj Musarrofa Binti Kyai Raden Abdussalam, dengan kendi air disemayamkan di Langgar Keraton.
2. Kamis, 15 Januari 2026 (26 Pahing) Ritual Nyello’ Aing di Sumur Keputren/bidadari Dusun Gayam Barat Desa Proppo, dipimpin Nyai Mamik Arofah Srigayami Binti KHR. Moh Sahid
3. Jum’at 16 Januari 2026 (27 Pon) Ritual Nyello’ Aing Di Sumur Tempat Minum Kuda Keraton Dusun Gayam Barat Desa Proppo, dipimpin Nyai Yasmin Junaida Gamar, SE Binti KHR. Moh Sahid
4. Sabtu, 17 Januari 2026 (28 Wage) Ritual Nyello’ Aing di Sumur Padhe’eren Dusun Panyeppen Desa Panglemah, dipimpin Bapak H. Hasan Basri bin K Mattahir
5. Minggu, 18 Januari 2026 (29 Kliwon) Ritual Nyello’ Aing di Sumur Penang Dusun Mor Penang Desa Pangtonggal, dipimpin Nyai Hj Misyani Binti K Abdul Najib
6. Senin,19 Januari 2026 (30 Legi) Ritual Nyello’ Aing di Sumur Perreng Dusun Karkar Koceng Desa Pangtonggal, dipimpin Nyai Muti’ah Nur Fatimah Binti KHR. Moh Sahid
7. Selasa 20 Januari 2026 (1 Pahing) Ritual Nyello’ Aing di Sumur Kamuneng Dusun Nyabengan Desa Panglemah, dipimpin Bapak Satoyar Bin K Abdul Najib

Seluruh kendi air ritual ditempatkan di Langgar Keraton sebagai simbol pemusatan niat dan doa. Selanjutnya akan dilakukan Ritual Do’a dengan dilakukan Tadarus Al-Qur’an Selama 40 hari dan Insyaallah bersambung dengan tadarus Al-Qur’an selama bulan puasa yang memang rutin dilaksanakan di langgar Keraton Ghejem (Parupuh) dan akan bersambung dengan rangkaian kegiatan Upacara Adat Song Osong berikutnya yaitu
Upacara Adat Dhudhus sebagai Penyucian dan Pengingat Amanah Kepemimpinan calon Raja.

Media Center:
Majelis Adat Indonesia/ MAI

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *