Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Alumni Ikatan Pelajar Nadrathul Ulama (IPNU) mengadakan Halal Bi Halal Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU dengan tema “Meneguhkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah”

Avatar photo
40
×

Alumni Ikatan Pelajar Nadrathul Ulama (IPNU) mengadakan Halal Bi Halal Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU dengan tema “Meneguhkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – Alumni Ikatan Pelajar Nadrathul Ulama (IPNU) mengadakan Halal Bi Halal Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU dengan tema “Meneguhkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah” di Hotel Acacia Jakarta pada hari Minggu, 12 April 2026.

 

Example 300x600

Dalam momentum Halal Bihalal yang penuh kehangatan, Ketua Umum Alumni IPNU, Asrorun Ni’am, menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat silaturahim sebagai perekat utama persaudaraan di tengah perbedaan.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum untuk “mempertaruhkan hati” demi menjaga dan mempererat hubungan antarsesama. Ia mengingatkan pentingnya menyelesaikan konflik secara bijak dan tidak menjauh dari kebersamaan, sebagaimana nasihat orang tua yang selalu relevan dalam kehidupan sehari-hari.

“Perbedaan pilihan, afiliasi, maupun pandangan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, dengan bertemu dan bersilaturahim, minimal kita bisa membangun kesepahaman, meskipun belum tentu langsung mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa dalam kehidupan berorganisasi, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, seluruh elemen harus tetap berpegang pada prinsip dasar yang telah diwariskan para pendiri. Prinsip tersebut mencakup komitmen terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, pentingnya sanad keilmuan, keikhlasan dalam berkhidmat, serta tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa perubahan zaman menuntut adanya adaptasi, namun tidak boleh menggeser nilai-nilai fundamental organisasi. “Kita harus mampu membedakan mana yang prinsip dasar yang tidak boleh berubah, dan mana yang bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menggarisbawahi pentingnya persatuan sebagai fondasi utama berdirinya jam’iyah Nahdlatul Ulama. Menurutnya, semangat kebersamaan harus terus dirawat agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan orientasi, baik keagamaan maupun politik.

Menutup sambutannya, beliau menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh hadirin. Ia mengajak semua pihak untuk saling membuka pintu maaf seluas-luasnya serta berharap amal ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan menjadikan pribadi yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia.

“Momentum Syawal ini adalah saat yang tepat untuk memperkokoh ukhuwah nahdliyah, mempererat persaudaraan, dan merapatkan barisan demi kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *