Yeli Pele: Rakernas GEKIRA Jadi Momentum Penguatan UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih di Papua Pegunungan
Jakarta – Ketua GEKIRA Provinsi Papua Pegunungan, , menegaskan komitmennya untuk mendukung program Presiden melalui penguatan usaha produktif masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
Dalam wawancara dengan awak media di sela kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GEKIRA, Yeli menyampaikan bahwa forum nasional ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan langkah organisasi dengan program-program prioritas pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Saya mendorong melalui Rakernas GEKIRA ini bagaimana kita bisa mendukung program Bapak Presiden Prabowo lewat usaha-usaha produktif yang ada di Papua Pegunungan. Saya ini bukan siapa-siapa, bukan orang hebat, tetapi saya dipercaya karena program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi perhatian besar Presiden,” ujar Yeli.
Yeli mengungkapkan dirinya saat ini menjabat sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih di salah satu desa di Papua Pegunungan, yang menjadi bagian dari delapan kabupaten pertama dalam peluncuran program tersebut. Menurutnya, amanah ini menjadi motivasi besar untuk terus mengembangkan koperasi dan UMKM berbasis potensi lokal.
Sejalan dengan aturan organisasi koperasi, Yeli mengaku aktif menjalankan berbagai agenda seperti rapat bisnis, evaluasi usaha, hingga rapat akhir tahun. Bahkan, ia tengah mempersiapkan peringatan Hari Ulang Tahun Koperasi Desa Merah Putih tingkat Provinsi Papua Pegunungan yang akan digelar pada 18–21 Juli 2026.
“Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat semangat koperasi di Papua Pegunungan. Saya juga mendapat dorongan dari Dinas Koperasi dan UMKM Papua Pegunungan untuk ikut serta dalam peringatan HUT Koperasi tingkat nasional untuk pertama kalinya,” jelasnya.
Selain aktif dalam organisasi, Yeli juga dikenal sebagai pelaku usaha di sektor pertanian dan UMKM, dengan fokus pada komoditas kopi, kedelai, sorgum, hingga pertanian hortikultura seperti sayur-sayuran.
Ia berupaya menjadi penghubung antara kelompok tani dengan pasar agar hasil pertanian masyarakat bisa terserap dengan baik.
“Saya ingin hasil-hasil pertanian dari kelompok tani bisa punya akses pasar yang lebih luas. Niat saya sederhana, membantu petani menjadi lebih sejahtera dengan menjadi distributor dan mencari konsumen,” katanya.
Yeli berharap kehadirannya di GEKIRA dapat menjadi jembatan perjuangan masyarakat Papua Pegunungan, terutama dalam memperjuangkan ekonomi kerakyatan, koperasi, dan UMKM agar mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah pusat maupun daerah.
Keikutsertaannya dalam Rakernas GEKIRA 2026 dinilai menjadi awal langkah besar untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas jejaring pembangunan ekonomi di Papua Pegunungan.
















