JAKARTA, Kabar duka datang dari Senayan. Anggota DPR RI H. Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta setelah menjalani perawatan.
Kepergian politisi senior Partai NasDem tersebut menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Gorontalo yang selama ini mengenalnya sebagai putra daerah yang tak pernah berhenti memperjuangkan kemajuan tanah kelahirannya.
Dalam keterangan resmi keluarga, almarhum meninggalkan istri tercinta, Retno Damayanti Gobel, dua orang anak, menantu, serta tiga cucu. Keluarga memohon doa agar Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Prof. Dr. Soepomo Nomor 55A, Jakarta Selatan. Sejak pagi, pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Rumah duka dipenuhi suasana haru ketika para tamu satu per satu menyampaikan doa dan belasungkawa kepada keluarga.
Sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, pimpinan lembaga, anggota DPR RI lintas fraksi, sahabat, kolega, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh Gorontalo turut hadir untuk melepas kepergian almarhum. Kehadiran mereka menjadi bukti besarnya penghormatan terhadap sosok Rachmat Gobel yang dikenal mampu membangun persahabatan lintas profesi dan lintas kepentingan.
Selama perjalanan hidupnya, Rachmat Gobel tidak hanya dikenal sebagai politisi, tetapi juga sebagai pengusaha yang memilih mengabdikan pengalaman dan pemikirannya bagi kepentingan bangsa. Setelah berkiprah di dunia industri dan pernah dipercaya sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia, ia melanjutkan pengabdiannya di parlemen dengan membawa berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait pembangunan ekonomi, penguatan industri nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan pembangunan di kawasan Indonesia Timur.
Suasana haru menyelimuti keluarga besar almarhum R. Rachmat Gobel. Kepergian tokoh yang dikenal berdedikasi tinggi itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan sahabat. Keponakan almarhum, Regita (Gery), mengungkapkan bahwa wafatnya sang paman terjadi secara mendadak sehingga mengejutkan seluruh anggota keluarga (10/7/2026).
“Alhamdulillah, memang kepergian beliau sangat mengagetkan kami semua. Tidak ada yang menyangka karena beliau meninggal dunia dalam keadaan sedang tidur. Sebelumnya masih sempat berkomunikasi melalui telepon maupun pesan singkat dengan keluarga hingga malam hari. Tiba-tiba kami menerima kabar bahwa beliau telah berpulang. Tentu kami semua sangat terkejut,” ujar Gery kepada awak media.
Meski diliputi kesedihan, keluarga menyatakan ikhlas menerima takdir Allah SWT. Mereka meyakini bahwa setiap kehidupan telah memiliki ketetapan dari Sang Pencipta.
“Kami hanya bisa ikhlas menerima ketentuan Allah SWT dan terus mendoakan agar almarhum memperoleh husnul khatimah serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga juga memohon doa dari seluruh masyarakat sekaligus membuka pintu maaf atas segala kekhilafan almarhum selama hidupnya.
“Kami memohon doa dari seluruh kerabat, sahabat, dan masyarakat. Apabila selama hidup almarhum pernah memiliki kesalahan, baik melalui perkataan maupun perbuatan, kami mohon dengan segala kerendahan hati agar dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Gery.
Keluarga juga menyampaikan apresiasi atas besarnya perhatian yang diberikan berbagai tokoh bangsa. Sejumlah pejabat negara, menteri Kabinet, pimpinan DPR, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla hadir memberikan penghormatan terakhir di rumah duka maupun pemakaman.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah hadir, bertakziah, memberikan doa, perhatian, dan kasih sayang kepada almarhum serta keluarga. Kehadiran mereka sangat berarti dan menjadi penguat bagi kami yang sedang berduka. Semoga seluruh kebaikan tersebut mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ungkapnya.
Tak lupa, Gery menyampaikan harapan agar istri dan anak-anak almarhum diberikan kekuatan menghadapi kehilangan ini.
“Kami berharap istri dan anak-anak almarhum diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Semoga anak-anak beliau kelak menjadi pribadi yang saleh dan terus mendoakan almarhum sehingga amal jariyahnya terus mengalir,” pungkasnya.
Kepergian R. Rachmat Gobel menjadi kehilangan besar bagi keluarga maupun banyak pihak yang mengenal dedikasi dan keteladanannya. Doa dan penghormatan yang terus mengalir menjadi bukti bahwa almarhum meninggalkan jejak kebaikan yang akan selalu dikenang.


















