Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Bekerja Sama Dengan Kementerian Pertanian RI Menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan Bertema “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045”

Avatar photo
64
×

Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Bekerja Sama Dengan Kementerian Pertanian RI Menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan Bertema “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045” di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menghadirkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. sebagai keynote speaker, serta sambutan Ketua Umum PERHEPI Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryantono, M.Si.

Example 300x600

Di sela kegiatan, Ketua Umum PERHEPI Prof. Nunung Nuryantono menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara agraris harus mampu mewujudkan swasembada sekaligus kedaulatan pangan di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari negara lain harus terus dikurangi melalui penguatan produksi dalam negeri dan kolaborasi berbagai pihak.

“Indonesia sebagai negara besar harus mampu mencapai swasembada pangan. Dalam kondisi global saat ini kita tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada negara lain. Karena itu, seluruh elemen harus bergerak bersama memperkuat kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PERHEPI siap mendukung berbagai program pemerintah melalui jaringan organisasi yang tersebar di 33 komisariat daerah. Jaringan akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi pertanian yang dimiliki PERHEPI dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun rekomendasi kebijakan maupun pengembangan program pertanian di daerah.

Selain itu, Prof. Nunung menilai program regenerasi petani menjadi salah satu peluang besar bagi generasi muda Indonesia.

Menurutnya, paradigma bahwa sektor pertanian tidak menjanjikan sudah mulai berubah. Kini semakin banyak anak muda yang melihat pertanian sebagai sektor yang mampu memberikan kesejahteraan sekaligus ruang berinovasi.

“Anak-anak muda memiliki kreativitas dan kemampuan menguasai teknologi. Ini menjadi modal besar untuk mentransformasi sektor pertanian agar lebih modern, produktif, dan kompetitif,” katanya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, hingga teknologi pemasaran digital akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga analisis data kini bisa didukung teknologi. Jika kemampuan teknologi generasi muda dipadukan dengan sektor pertanian, maka akan lahir ekosistem pertanian yang jauh lebih menjanjikan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., menegaskan pentingnya memperkuat kualitas sumber daya manusia pertanian sebagai fondasi menuju swasembada pangan nasional.

Menurutnya, pengembangan petani milenial, kewirausahaan pertanian, serta penguatan kelembagaan seperti koperasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi seperti PERHEPI, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia.

“Kemampuan generasi muda dalam menguasai teknologi digital harus terus didorong agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku utama transformasi pertanian nasional,” ujarnya.

Melalui seminar nasional ini, PERHEPI dan Kementerian Pertanian berharap lahir berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi nyata yang mampu memperkuat produktivitas pertanian, mencetak lebih banyak wirausahawan muda di sektor agribisnis, sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui ketahanan dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *