Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Farhan Azis: Tanpa Kepemimpinan Anak Muda, Demokrasi Indonesia Akan Kehilangan Estafet

Avatar photo
4943
×

Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Farhan Azis: Tanpa Kepemimpinan Anak Muda, Demokrasi Indonesia Akan Kehilangan Estafet

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Farhan Azis: Tanpa Kepemimpinan Anak Muda, Demokrasi Indonesia Akan Kehilangan Estafet

 

Example 300x600

 

*JAKARTA, 22 Juli 2026* –

 

Wakil Ketua II DPRD Kota Serang dari Fraksi Partai Demokrat, *Muhammad Farhan Azis*, menegaskan bahwa masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada sejauh mana generasi muda diberdayakan hari ini.

Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam _Public Town Hall Indonesia Youth Democracy Forum_ (IYDF) 2026 yang digelar _Foreign Policy Community of Indonesia_ (FPCI) di Auditorium Prof. Dr. Hasjim Djalal, Mayapada Tower, Jakarta, Rabu (22/7).

Forum dengan tema “Next-Generation Civic Leadership and Democratic Resilience” ini dibuka oleh Pendiri FPCI *Dr. Dino Patti Djalal* dan Direktur KAS Indonesia *Jan Senkyr*. Hadir ratusan pemimpin muda, akademisi, dan aktivis dari berbagai penjuru Indonesia.

Farhan menilai tantangan demokrasi saat ini bukan hanya pada aspek kelembagaan, tapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang akan mengisinya. “Kalau kita tidak menyiapkan anak muda sekarang, maka 10-15 tahun ke depan kita akan kekurangan pemimpin yang paham nilai demokrasi,” ujarnya.

Ia mengkritisi model pendidikan politik yang masih bersifat formalitas. Menurutnya, anak muda butuh pelatihan yang langsung menyentuh persoalan: cara berdebat kebijakan, menyusun anggaran, hingga menggunakan media sosial untuk kampanye gagasan.

Sebagai solusi, Farhan memperkenalkan *Pemilu Muda Project BMP*. Program komunitas ini fokus pada pendidikan politik praktis dan akan digulirkan hingga ke tingkat daerah. “Kita ingin anak muda tidak hanya bisa memilih, tapi juga bisa dipilih dan membuat kebijakan,” katanya.

Selain itu, Farhan juga menyoroti disinformasi di ruang digital. Ia mendorong pemerintah dan media untuk lebih ketat melakukan verifikasi, tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi. “Demokrasi butuh ruang kritik. Tapi kritik harus berbasis fakta, bukan fitnah,” tegasnya.

Ia juga mengajak partai politik membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak muda. “Lihat negara maju, anak muda sudah jadi anggota parlemen di usia 25 tahun. Indonesia harus berani melakukan hal yang sama,” ajaknya.

Di akhir forum, Farhan berharap IYDF melahirkan lebih banyak pemimpin muda yang tidak hanya paham demokrasi secara teori, tapi juga berani mengimplementasikannya. “Demokrasi yang kuat lahir dari warga yang kuat. Dan warga yang kuat dimulai dari anak muda yang kita bekali hari ini,” pungkasnya.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *