Ketua Umum Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (ASIMPI) Soeroyo Prihantono: Industri Mesin Perkakas Nasional Memiliki Posisi Strategis dalam Memperkuat Fondasi Manufaktur Indonesia sekaligus Mendukung Agenda Hilirisasi dan Industrialisasi menuju Indonesia Emas 2045.
JAKARTA, Metropolitanpost.id
Industri mesin perkakas nasional dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat fondasi manufaktur Indonesia sekaligus mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (ASIMPI) Soeroyo Prihantono saat menjadi pembicara dalam seminar bertema “Scaling Up Machine Tools: Investment Opportunities & Supply Chain Integration” pada ajang INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026, di Jakarta International Expo (JI-EXPO) Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/08/2026).
INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026 merupakan pameran dagang sekaligus platform inovasi manufaktur dan permesinan yang mengusung tema “Machine Making Machine”. Kegiatan berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 dan mempertemukan pelaku industri, investor, produsen mesin, pengguna teknologi, serta pemangku kepentingan sektor manufaktur.
Menurut Soeroyo, penguatan industri mesin perkakas dalam negeri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi mesin, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri nasional yang mandiri.
Sebagai asosiasi yang menaungi industri mesin perkakas, ASIMPI berharap pemerintah terus menghadirkan regulasi dan kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi pengembangan industri permesinan nasional.
“Kami sangat berharap pada regulasi pemerintah, salah satunya rencana pengembangan industri strategis permesinan periode 2026 sampai 2045 untuk mendukung program Indonesia Emas,” ujar Soeroyo usai mengikuti kegiatan.
Ia menegaskan, kemampuan industri dalam negeri dalam memproduksi mesin memiliki keterkaitan erat dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi yang tengah didorong pemerintah.
Menurutnya, industri manufaktur membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi kuat sekaligus ditunjang mesin produksi yang presisi. Karena itu, penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan industri permesinan.
“Proses industri ini perlunya STM atau sekolah vokasi yang bagus, tangguh dan punya kemampuan membuat suatu produk. Produk-produk itu membutuhkan mesin-mesin presisi yang sangat bagus, dan mesin presisi tersebut bisa dibuat di dalam negeri,” jelasnya.
Soeroyo juga menyoroti besarnya kebutuhan mesin CNC dan mesin produksi di sektor pendidikan vokasi, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Ia menyebut terdapat sekitar 40.000 SMK di Indonesia, dengan ribuan di antaranya membutuhkan mesin CNC sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kompetensi peserta didik.
Karena itu, ASIMPI mendorong adanya keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap produk mesin buatan dalam negeri. Menurut Soeroyo, penggunaan mesin produksi nasional di lingkungan pendidikan vokasi bukan hanya memenuhi kebutuhan peralatan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang memahami teknologi manufaktur.
“Ini luar biasa untuk generasi muda, mahasiswa ataupun murid-murid, karena mereka bisa belajar membuat mesin, mengelolanya, sekaligus menjalankan mesin tersebut,” katanya.
Dari Forum Discussion Menuju Forum Action
Lebih jauh, Soeroyo berharap INDO MACHINERY 2026 tidak berhenti sebagai forum diskusi dan pameran teknologi, tetapi dapat menjadi momentum lahirnya aksi nyata untuk membangun ekosistem industri mesin perkakas nasional.
Ia menilai berbagai elemen pendukung sebenarnya sudah tersedia, mulai dari kemampuan industri hingga potensi pasar domestik yang sangat besar.
“Harapan kami, forum discussion ini sebenarnya menjadi forum action, sehingga terjadi ekosistem, kolaborasi dan sinergi untuk membangun ekosistem industri permesinan dalam negeri,” tegasnya.
Menurut dia, pasar domestik Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat industri mesin nasional.
Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, industri manufaktur, pengguna mesin, dunia pendidikan, investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Soeroyo menilai sektor mesin CNC, khususnya mesin dengan kemampuan dua aksis dan tiga aksis, memiliki peluang besar untuk dikembangkan di dalam negeri.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, termasuk dalam hal pengadaan, penggunaan, hingga pemeliharaan mesin.
“Pasar domestik kita besar sekali. Yang perlu kita lakukan adalah gotong royong, bersama-sama memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri, terutama untuk teknologi permesinan seperti mesin-mesin CNC dua aksis dan tiga aksis yang memiliki potensi sangat besar,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan industri mesin perkakas juga akan memberikan dampak berantai terhadap kemandirian industri nasional. Jika industri mampu memproduksi mesin, menggunakannya, sekaligus melakukan perawatan secara mandiri, maka ketergantungan terhadap produk dan layanan dari luar negeri dapat ditekan.
ASIMPI sendiri telah berdiri sejak 1984 dan terus mendorong pengembangan industri mesin perkakas nasional.
Dengan dukungan regulasi, pasar domestik, pendidikan vokasi, investasi dan kolaborasi lintas sektor, industri mesin perkakas diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi percepatan hilirisasi dan industrialisasi Indonesia.
Sementara itu, INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026 menjadi salah satu momentum strategis untuk mempertemukan teknologi, investasi dan kebutuhan industri. Pameran ini menghadirkan teknologi permesinan dan solusi industri terkini sekaligus membuka peluang kemitraan strategis antara pelaku usaha nasional dan internasional.
Melalui tema “Machine Making Machine”, penyelenggaraan INDO MACHINERY 2026 diharapkan mampu memperkuat rantai pasok manufaktur, memperluas peluang investasi, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.


















