Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Marhadyn ; “Bupati Kutai Timur Memiliki Harapan Agar Koperasi Tidak Hanya Menjadi Lembaga Ekonomi Masyarakat, Tetapi Juga Mampu Menjadi Agregator & Penggerak UMKM Di Kutai Timur”

Avatar photo
53
×

Marhadyn ; “Bupati Kutai Timur Memiliki Harapan Agar Koperasi Tidak Hanya Menjadi Lembaga Ekonomi Masyarakat, Tetapi Juga Mampu Menjadi Agregator & Penggerak UMKM Di Kutai Timur”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Marhadyn ; “Bupati Kutai Timur Memiliki Harapan Agar Koperasi Tidak Hanya Menjadi Lembaga Ekonomi Masyarakat, Tetapi Juga Mampu Menjadi Agregator & Penggerak UMKM Di Kutai Timur”

 

Example 300x600

Jakarta, – Bupati Kutai Timur (Kutim) Drs. H. Ardiansyah Sulaiman menerima penghargaan dalam Koperasi Awards 2026 untuk kategori Bakti Koperasi Nayaka Mahambara. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen dan kepemimpinan Bupati Kutim dalam memberikan perhatian serta dukungan terhadap pengembangan koperasi di Kabupaten Kutai Timur, Kamis (20/8/2026).

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kabupaten Kutai Timur, Marhadyn, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi tertinggi terhadap komitmen Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam menjadikan koperasi sebagai salah satu kekuatan baru dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini merupakan penghargaan tertinggi bagi kepemimpinan Bapak Bupati Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, khususnya atas komitmen beliau memberikan perhatian khusus kepada koperasi,” ujar Marhadyn saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, perhatian terhadap koperasi merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Kutai Timur sejak periode pertama kepemimpinannya hingga berlanjut pada periode kedua.

Marhadyn menjelaskan, Bupati Ardiansyah memiliki harapan agar koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi agregator dan penggerak UMKM di Kutai Timur.

“Harapan beliau adalah ingin melihat koperasi menjadi kekuatan baru pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kutai Timur. Koperasi diharapkan menjadi agregator seluruh UMKM kita,” jelasnya.

Ia menyebutkan, Kutai Timur memiliki hampir 20 ribu pelaku UMKM yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dengan penguatan koperasi, UMKM diharapkan dapat memperoleh pendampingan, akses pasar, serta dukungan pengembangan usaha sehingga mampu naik kelas.

“Koperasi bisa menjadi bapak angkat dan menjadi kekuatan untuk membangkitkan seluruh UMKM agar menjadi lebih baik,” tambahnya.

Marhadyn menilai langkah tersebut juga menjadi bagian dari transformasi ekonomi Kutai Timur agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada sektor ekstraktif, khususnya pertambangan.

“Kita ingin mulai bertransformasi kepada sektor-sektor lain, seperti membangun UMKM dan menguatkan koperasi sebagai penggerak kekuatan ekonomi baru,” katanya.

Selain UMKM, sektor pertanian dan perkebunan juga dinilai memiliki peran strategis dalam perekonomian Kutai Timur. Menurut Marhadyn, pertumbuhan ekonomi daerah mulai menunjukkan bahwa sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu sektor andalan yang harus terus diperkuat.

Untuk menopang sektor tersebut, koperasi dinilai memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pekebun.

“Pertumbuhan ekonomi Kutai Timur sudah memperlihatkan bahwa sektor pertanian dan perkebunan menjadi sektor andalan. Ini harus ditopang dengan sebuah korporasi koperasi,” ujarnya.

Salah satu contoh nyata adalah berkembangnya koperasi di sektor perkebunan kelapa sawit. Marhadyn menyebut terdapat 21 koperasi sawit mandiri di Kutai Timur yang telah mencapai standar ISO.

Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola perkebunan sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekebun.

“Ini kita harapkan menjadi kekuatan tersendiri bagi perkebunan sawit masyarakat secara mandiri,” ungkapnya.

Di sisi lain, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga dinilai akan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat. Koperasi tersebut diharapkan mampu mendukung petani, terutama dalam pengembangan sektor pangan, hortikultura, serta penyerapan hasil pertanian.

Menurut Marhadyn, koperasi dapat berperan dalam menampung hasil produksi petani sehingga memberikan nilai tambah sekaligus membantu memperluas akses pasar.

“Ini menjadi kekuatan baru juga karena dapat membantu masyarakat petani, terutama dalam kekuatan pangan, hortikultura dan lain-lain, termasuk menampung serta memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian kini menjadi salah satu sektor yang sangat strategis bagi Kutai Timur. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong sinergi antara sektor pertanian, UMKM, perkebunan, dan koperasi.

“Yang menjadi catatan penting adalah sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang sangat bergengsi di Kabupaten Kutai Timur. Komitmen Bapak Bupati adalah membangun sektor ini dan bekerja sama dengan sektor-sektor lain, terutama koperasi,” pungkas Marhadyn.

Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam Koperasi Awards 2026 diharapkan semakin memperkuat semangat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk membangun koperasi yang profesional, mandiri, dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Dengan penguatan koperasi dan UMKM, Kutai Timur diharapkan mampu mempercepat diversifikasi ekonomi serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *