Nasional

KETUM RPA INDONESIA APRESIASI IDA SAPULETTE, TURUN LANGSUNG KAWAL LAPORAN MASYARAKAT DI JAKARTA UTARA

Avatar photo
4958
×

KETUM RPA INDONESIA APRESIASI IDA SAPULETTE, TURUN LANGSUNG KAWAL LAPORAN MASYARAKAT DI JAKARTA UTARA

Sebarkan artikel ini

KETUM RPA INDONESIA APRESIASI IDA SAPULETTE, TURUN LANGSUNG KAWAL LAPORAN MASYARAKAT DI JAKARTA UTARA

 

JAKARTA, 19 September 2026 —

 

Ketua Umum Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia, Jeannie Latumahina, memberikan apresiasi kepada Ketua DPD RPA Indonesia Jakarta Utara, Ida Sapullette, yang turun langsung mendampingi laporan masyarakat terkait persoalan pendidikan Louis Hehakaya, siswa kelas VII SMP FX 1 Strada, Tanjung Priok, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Berdasarkan laporan keluarga yang diterima RPA Indonesia, Louis sudah tidak bersekolah sejak Februari 2026 setelah mengalami persoalan di sekolah, termasuk hukuman bernyanyi di depan kelas lain yang menurut keluarga diduga diikuti ledekan atau ucapan yang membuat Louis enggan kembali ke sekolah. Keluarga juga menyampaikan bahwa Oma Louis telah enam kali mendatangi sekolah untuk mencari solusi, namun persoalan tersebut belum terselesaikan.

Ida Sapullette menilai kondisi Louis perlu mendapat perhatian dan klarifikasi secara menyeluruh, khususnya terkait persoalan dengan guru seni musik, Pak Oki, yang menurut laporan keluarga berkaitan dengan keengganan Louis kembali ke sekolah.

“Ada persoalan yang perlu diklarifikasi secara serius terkait pengalaman Louis dengan guru musiknya. Hal ini perlu ditelusuri secara objektif agar diketahui apa yang sebenarnya terjadi dan dapat ditemukan jalan keluar terbaik bagi Louis,” tutur Ida Sapullette.

RPA Indonesia telah menyurati Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan audiensi terkait kasus Louis serta sejumlah laporan pendidikan anak lainnya yang disampaikan masyarakat kepada RPA Indonesia.

Jeannie Latumahina menegaskan bahwa hak pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama.

“Pendidikan bagi anak adalah dasar dan cermin masa depan bangsa Indonesia. Setiap persoalan harus dicari jalan keluarnya dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak,” tegas Jeannie Latumahina.

Ketum RPA Indonesia mengapresiasi langkah Ida Sapullette yang langsung turun ke lapangan. Bagi RPA Indonesia, kehadiran pengurus di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk mendengar, mendampingi, dan mengawal persoalan perempuan dan anak secara nyata, dengan mengedepankan klarifikasi, dialog, dan penyelesaian yang bertanggung jawab.

RPA INDONESIA
Bergerak dengan Setulus Hati, Melindungi dengan Aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *