Jakarta – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) sebagai momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah strategis pengembangan pasar rakyat ke depan.
Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) APPSI ke-22, bertempat di Gedung Juang, Minggu (12/04/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh para pengurus, perwakilan pedagang, serta stakeholder terkait ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan pedagang pasar tradisional di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha yang semakin dinamis.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pedagang pasar untuk memperkuat soliditas organisasi, melakukan evaluasi kepengurusan sebelumnya, serta menyusun arah program kerja ke depan demi kemajuan pasar tradisional di DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Ketua DPW APPSI DKI Jakarta, Ngadiran, menegaskan bahwa Muswil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk memperkuat solidaritas dan memperjuangkan hak-hak pedagang pasar.
“Muswil ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk menyatukan visi, memperkuat organisasi, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar. Kita ingin pasar rakyat tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan bersaing secara sehat,” ujar Ngadiran.
Lebih lanjut, Ngadiran juga menyoroti pentingnya sinergi antara pedagang, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem pasar yang lebih modern, tertata, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.
Muswil APPSI DKI Jakarta ini juga menjadi forum evaluasi kinerja organisasi serta ajang pemilihan kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa semangat perubahan dan inovasi bagi kemajuan pedagang pasar di Ibu Kota.
Para peserta Muswil turut menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari peningkatan fasilitas pasar, akses permodalan, hingga perlindungan terhadap pedagang kecil dari tekanan pasar modern dan digitalisasi yang belum merata.
Dengan terselenggaranya Muswil ini, APPSI DKI Jakarta diharapkan semakin solid dalam memperjuangkan kepentingan pedagang serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pasar rakyat yang maju, adil, dan sejahtera.
APPSI DKI Jakarta Gelar Muswil V dan HUT ke-22, Perkuat Persatuan Pedagang Pasar.
Dalam wawancara dengan media, Ketua DPW APPSI DKI Jakarta, Ngadiran, menegaskan bahwa agenda utama Muswil kali ini adalah laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, pembahasan program kerja, serta pemilihan Ketua DPW APPSI DKI Jakarta yang baru.
“Yang utama dibahas adalah laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, termasuk kepengurusan kami saat ini.
Tugas hari ini adalah melaksanakan Muswil dalam rangka memilih kepengurusan Ketua DPW yang akan datang, sekaligus menjalankan program-program sesuai pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa setelah pemilihan ketua, akan segera dibentuk tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan baru dalam waktu paling lama 30 hari.
Menurut Ngadiran, salah satu harapan terbesar dari Muswil ini adalah terwujudnya persatuan seluruh pedagang pasar.
“Sebagai pedagang, persatuan itu sangat penting. Di pasar kita boleh berbeda warna dan berbeda pemahaman, tetapi semuanya tetap bersaudara. Bagaimana kita mempersatukan berbagai unsur yang ada di pasar, itu yang menjadi kunci,” tegasnya.
Ngadiran menambahkan bahwa pasar tradisional memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai penampung hasil bumi, peternakan, perikanan, dan produk industri kecil masyarakat.
“Pasar adalah tempat yang sangat penting. Pedagang bukan hanya menjual kepada masyarakat, tetapi juga menampung hasil pertanian, peternakan, nelayan, hingga industri kecil. Ini bagian dari penguatan ekonomi rakyat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi antara pedagang dengan pengelola pasar, khususnya PD Pasar Jaya, serta komunikasi yang baik dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Pasar tradisional sebenarnya menjadi tempat lahirnya entrepreneur mandiri dan penampungan tenaga kerja. Karena itu ke depan harus ada kerja sama yang kondusif antara pedagang dan pengelola pasar agar semuanya berjalan lebih baik,” ungkapnya.
Saat ini, APPSI DKI Jakarta mencatat terdapat sekitar 153 pasar di bawah PD Pasar Jaya, dengan target pembentukan kepengurusan yang terus diperluas.
Muswil V dan peringatan HUT ke-22 ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kesejahteraan pedagang, serta menjaga eksistensi pasar tradisional sebagai pilar utama ekonomi masyarakat.


















