Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITAPOLITIK

Biaya Kampanye Diduga dari Judol, Flyer Gugat Dana Rano Karno Disabotase. Rencana Aksi Mahasiswa Hukum Batal

Avatar photo
181
×

Biaya Kampanye Diduga dari Judol, Flyer Gugat Dana Rano Karno Disabotase. Rencana Aksi Mahasiswa Hukum Batal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Foto Kolase, Dok.Google, Istimewa 

METROPOLITAN POST – Flyer yang disabotae berisi tentang dugaan aliran dana judol yang dipakai kampanye Rano Karno. Tapi foto di flyer itu ada yang mengganti dengan foto RK.

Example 300x600

Namun, Koordinator Pusat Aliansi Mahasiswa Indonesia, Abdillah Wasahua, menyebut aksi tersebut dibatalkan sebab ada yang menyabotase flyer aksinya.

“Telah terjadi penggembosan terhadap massa aksi oleh pihak-pihak yang tidak dikenal. Bahwa telah terjadi sabotase pamflet/poster/flyer aksi yang ditujukan kepada Ridwan Kamil,” kata Abdillah dalam keterangan tertulis, Jumat (14/11/2024).

Menurutnya, flyer tandingan tersebut dibuat sangat mirip dengan flyer asli yang dibuat Abdillah. Bahkan masih tertera contact person yang sama. Hanya saja, nama Rano Karno diubah jadi Ridwan Kami. Gambarnya pun telah berubah jadi gambar Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1 tersebut.

Abdillah menyebut belum mengetahui siapa pihak yang melakukan sabotase. Namun, dia memastikan bahwa ada pihak yang takut dengan aksi yang akan ia dan kawan-kawannya gelar.

“Tak tahu siapa, tetapi sudah barang tentu sikap itu mengonfirmasi bahwa mereka takut atas aksi itu,” kata Abdillah kepada reporter Tirto.

Dia menyebut akan terus mencari siapa pihak yang melakukan sabotase itu, hingga mengakibatkan gagalnya aksi hari ini. Dia juga memastikan bahwa jika terdapat aksi yang membawa nama Ridwan Kamil, tidak berkaitan dengan aliansinya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, aksi yang rencananya akan digelar itu berdasarkan ramainya polemik terkait praktik judi online yang melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

“Secara total ada 11 tersangka yang ditangkap, namun tidak semua berasal dari pegawai Komdigi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Ade Ary Syam, mengatakan ada beberapa di antaranya yang merupakan staf ahli Komdigi,” ujarnya.

Prahara yang terjadi di internal Kemkomdigi, kata Abdillah, menimbulkan pro kontra dari berbagai pihak, tidak sedikit yang menduga masih banyak aktor intelektual lain yang mempunyai peran dalam praktik judi online tersebut.

“Hal yang selanjutnya menjadi pertanyaan adalah pernyataan Budi Arie selaku Menteri Kominfo sebelumnya, yang secara sadar dalam sebuah acara menyampaikan bahwa salah satu dari orang yang diduga terlibat praktik judi online tersebut tergabung dalam tim pemenangan Pramono-Rano Karno yang merupakan calon Gubernur DKI Jakarta, yakni sebagai Ketua Bidang Konten Sosial Media,” tuturnya.

Laporan : B. Silitonga/ 

Dilansir dari Tirto.id

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *