Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi, S., M.M., menegaskan bahwa Rapat Koordinasi (Rakor) Kesehatan TNI Angkatan Udara harus menjadi momentum transformasi sistem kesehatan yang terarah dan berkelanjutan guna mewujudkan TNI AU yang AMPUH.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rakor Kesehatan TNI AU di Ruang Puskodal Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2026). Rakor kali ini mengusung tema “Transformasi Puskesau dalam Mendukung Modernisasi Alpalhankam dan Validasi Organisasi.”
Dalam sambutannya, Wakasau menekankan bahwa modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) tidak dapat dipisahkan dari kesiapan sistem kesehatan yang adaptif, profesional, dan berorientasi operasional.
“Modernisasi alpalhankam harus dibarengi dengan kesiapan dukungan kesehatan yang prima. Sistem kesehatan TNI AU harus mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks,” tegasnya.
Ia juga meminta jajaran kesehatan untuk meninggalkan pola kerja rutinitas dan mulai mendorong inovasi layanan, peningkatan mutu hingga akreditasi paripurna, serta penguatan kompetensi tenaga medis di seluruh satuan. Transformasi ini, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mendukung validasi organisasi dan peningkatan kesiapan operasional TNI AU.
Di akhir kegiatan, Kepala Pusat Kesehatan TNI AU (Kapuskesau) Marsda TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp. THT-KL., M.Kes., menyerahkan penghargaan kepada fasilitas kesehatan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan TNI AU.
Penghargaan diberikan kepada:
Kategori BLU: RSPAU dr. S. Hardjolukito
Kategori PNBP: RSAU dr. Sukirman Lanud Rsn
Kategori FKTP: Colibri Lanud Smo
Rakor Kesehatan TNI AU diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis guna memperkuat sistem kesehatan yang modern, terintegrasi, dan siap mendukung tugas TNI Angkatan Udara secara optimal.
(ard)


















