Jakarta – Ditengah dinamika keamanan dan tuntutan masyarakat yang kian kompleks, sosok Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan tampil sebagai figur pemimpin yang memadukan ketegasan, inovasi, dan pendekatan humanis.
Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1992 ini lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 26 Februari 1970. Karier panjangnya di Kepolisian Republik Indonesia ditempa dari berbagai medan tugas, mulai dari wilayah hingga pusat. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, di antaranya Kapolres Kotabaru dan Kabid Propam Polda Kalimantan Selatan, sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas di tingkat Polda dan Mabes Polri.
Kepercayaan institusi mencapai puncaknya saat Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dilantik sebagai Kapolda Kalimantan Selatan pada 29 November 2024. Sejak saat itu, ia membawa warna kepemimpinan yang tak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Di bawah komandonya, Polda Kalimantan Selatan aktif mendukung program ketahanan pangan nasional. Berbagai terobosan dijalankan, seperti pengelolaan lahan rawa gambut menjadi ladang jagung produktif, pengembangan kolam bioflok perikanan, pembangunan green house sayuran, hingga program peternakan sapi. Hasil dari program tersebut bahkan dimanfaatkan untuk membantu pembiayaan pendidikan mahasiswa, sebuah langkah yang mencerminkan keberpihakan pada masa depan generasi muda.
Pendekatan yang mengedepankan dialog, penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat Banjar dan Dayak, serta kehadiran polisi di tengah masyarakat membuat situasi keamanan dan ketertiban di Kalimantan Selatan tetap kondusif. Stabilitas tersebut terjaga bahkan saat gelombang aksi nasional melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Dedikasi dan inovasi yang ditunjukkan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan tidak luput dari apresiasi. Sejumlah penghargaan nasional berhasil diraihnya, termasuk Kompolnas Awards 2025 dan Bintang Bhayangkara Pratama.
Bagi Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, kepemimpinan bukan semata soal kewenangan, melainkan pengabdian. Ia memimpin dengan ketegasan, bekerja dengan nurani, dan menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap kebijakan. Dari Bumi Lambung Mangkurat, ia menjaga negeri dengan hati dan integritas.
(ard)


















