Jakarta – Pergantian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menjadi sorotan menjelang pensiunnya Laksamana TNI Muhammad Ali pada 9 April 2025. Dengan belum diundangkannya revisi Undang-Undang TNI, proses suksesi diperkirakan tetap mengikuti aturan yang berlaku saat ini.
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai bahwa KSAL mendatang harus mampu menjembatani aspek taktis dan strategis dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim.
Sejauh ini, dua nama perwira tinggi berbintang tiga menonjol dalam bursa calon KSAL:
1. Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma (Wakil KSAL)
Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1991, berlatar belakang Korps Pelaut.
Memiliki pengalaman memimpin Koarmada I dan Pangkogabwilhan I.
Ahli dalam komando operasional dan modernisasi alutsista TNI AL.
2. Laksamana Madya TNI Edwin (Wakil Gubernur Lemhannas)
Lulusan AAL 1991, berlatar belakang Korps Pelaut.
Berpengalaman di penerbangan AL sebagai Danpuspenerbal.
Pernah menjabat Pangkolinlamil, Asrena KSAL, dan Danpuspom TNI.
Memiliki visi maritim yang kuat, termasuk dalam ekonomi biru dan ketahanan pangan.
Menurut Fahmi, KSAL baru harus siap menghadapi tantangan Indo-Pasifik, krisis energi, serta hubungan sipil-militer di era revisi UU TNI.
“Pilihan ada di tangan Presiden Prabowo Subianto untuk menentukan nakhoda baru TNI AL,” kata Fahmi, Selasa (25/3/2025), dilansir dari indonesiadefence.
Keputusan resmi terkait pengganti Laksamana Muhammad Ali diharapkan segera diumumkan dalam waktu dekat.
(ard)


















