About Us

Apresiasi Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Avatar photo
256
×

Apresiasi Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sebarkan artikel ini

Foto Dok Ketua Umum Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau, (istimewa)

METROPOLITAN POST— Dedikasi Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan dalam menjaga stabilitas keamanan, merawat perdamaian, serta memperkuat persatuan masyarakat Aceh mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa dan pemuda.

Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau, Rifqi Maulana, menyampaikan penghargaan atas komitmen Kapolda Aceh beserta jajaran dalam menjalankan tugas kepolisian dengan mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan sinergi bersama berbagai elemen masyarakat.

Menurut Rifqi, menjaga keamanan di Aceh bukan semata-mata tentang penegakan hukum, melainkan juga tentang merawat kepercayaan masyarakat, menjaga keharmonisan sosial, serta memastikan perdamaian yang telah diperjuangkan bersama tetap terpelihara.

“Sebagai mahasiswa dan pemuda Aceh, kami mengapresiasi setiap upaya yang mengedepankan dialog, persatuan, dan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan. Aceh membutuhkan suasana yang damai, masyarakat yang bersatu, serta aparat yang hadir memberikan rasa aman dan keadilan,” ujar Rifqi Maulana.

Ia menilai, penghargaan yang diterima Kapolda Aceh, termasuk Pin Emas Kapolri atas penanganan dinamika massa pada Oktober 2026 serta penghargaan dari Pemerintah Aceh terkait kontribusi terhadap perdamaian, menjadi momentum untuk terus memperkuat pelayanan kepolisian yang profesional dan dekat dengan masyarakat.

Bagi Rifqi, keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya diukur dari situasi yang kondusif, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, meredam ketegangan, menghormati aspirasi masyarakat, serta menyelesaikan persoalan tanpa memperlebar perbedaan.

### Persatuan dan Perdamaian Harus Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Rifqi menegaskan bahwa perdamaian Aceh merupakan modal penting bagi keberlanjutan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan masa depan generasi muda. Karena itu, seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa, hingga organisasi kepemudaan, perlu mengambil peran dalam menjaga persatuan.

“Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita kehilangan semangat persaudaraan. Aceh memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan perdamaian. Tugas kita hari ini adalah merawatnya dengan kebijaksanaan, dialog, dan rasa saling menghormati,” katanya.

Ia juga mendorong agar komunikasi antara kepolisian dan masyarakat terus diperkuat, termasuk dengan memberikan ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Menurutnya, pendekatan keamanan yang berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak masyarakat akan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya situasi yang aman, tertib, dan demokratis.

### Apresiasi Harus Diikuti Pengabdian Berkelanjutan

Lebih lanjut, Rifqi menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan kepada Kapolda Aceh hendaknya menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, profesionalitas penegakan hukum, serta respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia berharap sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat semakin kuat, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan, pemberantasan narkotika, pemulihan pascabencana, serta perlindungan generasi muda dari berbagai persoalan sosial.

“Bagi kami, penghargaan tertinggi bagi seorang pemimpin bukan hanya berupa tanda kehormatan, melainkan juga kepercayaan masyarakat yang tumbuh melalui kerja nyata, integritas, dan pengabdian yang berkelanjutan,” tegasnya.

Rifqi menambahkan, mahasiswa dan pemuda Aceh Serantau siap menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan, menyebarkan pesan perdamaian, serta membangun komunikasi yang konstruktif antara masyarakat dan pemangku kepentingan.

Ia berharap Aceh terus berkembang sebagai daerah yang aman, bermartabat, dan sejahtera, dengan perdamaian sebagai landasan utama pembangunan.

“Persatuan adalah kekuatan kita, perdamaian adalah tanggung jawab kita, dan masa depan Aceh adalah amanah bersama. Kami berharap semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat terus menjadi prioritas semua pihak,” tutup Rifqi Maulana.  (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *