Reporter Media : Barto Silitonga
Teks Foto : Suasana kegiatan diskusi publik, tampak pertama dari kiri Iskandarsyah lalu Raja Agung Nusantara, (istimewa)
METROPOLITAN POST – Diskusi publik yang mengusung tema; ‘Mafia Migas dan Pupuk : Siapa yang Diuntungkan dan Siapa yang Dirugikan?’ yang diselenggarakan di Kedai Sekoci, Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta pusat, jumat(7/03/2025) tampak menarik dan mendapatkan perhatian yang begitu antusias dari para peserta yang hadir.
Pasalnya, persoalan yang marak akhir-akhir ini ihwal ulah mafia migas dan pupuk yang dinilai sangat merugikan bangsa dan negara menjadikan publik semakin geram. Bahkan dalam hal ini, penegak hukum diminta dan diharapkan agar jangan pernah untuk ragu-ragu menindak semua para mafia yang sudah merugikan negara.
Dalam hal ini pembicara utama di diskusi publik ini, Iskandarsyah selaku direktur esekutif Etos Institute menegaskan bahwa persoalan mafia migas dan pupuk di tubuh perusahaan milik negara (BUMN) sudah persoalan yang cukup lama yang pastinya sudah sangat merugikan bangsa dan negara.
Khususnya menyikapi ihwal ini, dia pun menegaskan agar posisi Erik Thohir sebagai Menteri BUMN agar segera dicopot, sebab, pucuk pimpinan dari semua perusahaan milik negara, seperti di PT.Pertamina, PT.Pupuk Indonesia dan lainnya penanggung jawab dan yang memiliki wewenang oleh menteri BUMN yang diklaim tidak becus menjalankan nya.
“Erik Thohir menteri BUMN yang bertanggung jawab untuk perusahaan negara, seperti yang merekrut menempatkan posisi jabatan menjadi dirut, komut di perusahaan milik negara tersebut atas wewenang dan tanggungjawab Erik Thohir dan sudah semestinya di pecat sebagai menteri BUMN,” ungkapnya saat diwawancara para awak media di acara diskusi publik berlangsung, jumat, (7/03).
Bahkan persepsi nya lagi menekan bahwa Erick Thohir saat menjadi Menteri BUMN di era Presiden Jokowi bahkan sudah seharusnya juga sudah dipecat karena dinilai tidak benar untuk mengurus perusahaan-perusahaan milik negara dibawah naungan Kementerian BUMN, bahkan atas sebab hal ini negara sudah dirugikan.
Disisi lain, akrab disapa bang Iskandar yang sudah merasa geram dengan segala persoalan di negeri ini yang optimis mengharapkan terjadi nya revolusi total, bahkan menyakini kelak NKRI akan terjadi revolusi ke arah perubahan yang lebih baik.
Sementara Ketum GMPRI, Raja Agung Nusantara yang juga pembicara dalam diskusi publik ini meminta keseriusan negara, khususnya, bagi pihak penegak hukum untuk menghentikan segala tindaklaku praktik mafia migas dan pupuk. Sebab, menurut Ketua harian nasional DPP KNPI ini menjelaskan bahwa hal ini sudah sangat merugikan keuangan negara.
“Maka kunci nya hari ini juga ada pada Presiden Prabowo Subianto, ketika Jaksa Agung, KPK, dan Kapolri tidak mampu, maka Presiden lah yang dapat menyelesaikan persoalan ini. Oleh karena itu mari kita jaga, ingatkan dan doakan buat Presiden bapak Prabowo Subianto untuk menyelesaikan segala persoalan ini,” ujar Raja Agung Nusantara dihadapan para peserta yang hadir
Untuk diketahui bersama, kegiatan diskusi yang di agendakan dihadiri sang akademisi, Rocky Gerung namun berhalangan hadir karena alasan tertentu dihadiri ramai peserta dan berlangsung menarik, sejatinya membangun wawasan.(Bar.S)
Tonton juga :

















