Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NasionalOlahraga

Pattimura International Big Fight 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Tinju Nasional

Avatar photo
44
×

Pattimura International Big Fight 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Tinju Nasional

Sebarkan artikel ini
Pattimura International Big Fight 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Tinju Nasional. (Foto: Metropolitanpost/Daffa)
Example 468x60

Jakarta – Semangat kebangkitan olahraga tinju nasional kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Pattimura International Big Fight 2026 yang resmi memasuki tahapan akhir persiapan melalui agenda weigh-in dan technical meeting di Auditorium LPP TVRI Senayan, Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian integral dari rangkaian Pertandingan Tinju Ampro Era Prestasi Indonesia Emas yang digelar dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209.

Example 300x600

Mengusung tema besar Lawamena Haulala, ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan representasi perpaduan antara sportivitas, nasionalisme, dan penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan Kapitan Pattimura sebagai simbol keberanian dan persatuan bangsa.

Kegiatan dihadiri unsur promotor, pengurus organisasi tinju nasional, atlet profesional dan amatir, official, tim medis, sponsor, aparat keamanan, hingga insan media yang akan mengawal jalannya pertandingan utama pada Jumat (29/5/2026).

Ketua Umum FTPI Neneng A. Tuty, SH., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pattimura International Big Fight 2026. Ia menegaskan Maluku selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil petinju berbakat di Indonesia.

“Maluku merupakan gudangnya para petinju. Kami ingin momentum ini berkelanjutan. Ke depan kami akan menyiapkan sabuk emas dari Kapolri, Kapolda se-Indonesia hingga Panglima TNI dan Pangdam sebagai bentuk dukungan nyata dalam merangkul anak-anak muda agar tumbuh menjadi petinju masa depan dan mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Promotor International Pattimura Big Fight 2026, Nikolas Johan Kilikily, SH, MH., mengatakan penyelenggaraan event internasional tersebut merupakan bagian dari misi besar menghidupkan kembali dunia tinju Indonesia yang dinilai mengalami stagnasi dalam satu dekade terakhir.

Menurut Nikolas, keputusan menghadirkan laga bertaraf internasional diambil meski persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua bulan. Namun semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia serta Maluku menjadi landasan utama penyelenggaraan event tersebut.

“Kami merasa terpanggil untuk menghidupkan kembali tinju Indonesia yang dalam 10 tahun terakhir mengalami masa sulit. Momentum Hari Pattimura ke-209 menjadi energi besar bagi kami untuk membangun kembali prestasi tinju nasional,” kata Nikolas.

Ia menjelaskan konsep awal pertandingan sejatinya hanya dirancang sebagai laga nasional antar-daerah. Namun panitia akhirnya memutuskan menghadirkan petinju internasional sebagai bentuk penghormatan terhadap spirit perjuangan Pattimura yang melampaui batas wilayah dan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

“Kapitan Pattimura bukan hanya milik masyarakat Maluku, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Karena itu kami memutuskan menjadikan event ini bertaraf internasional sebagai simbol persatuan,” tegasnya.

Nikolas juga menyoroti besarnya sejarah Maluku dalam perjalanan dunia tinju nasional, termasuk kiprah legenda tinju Indonesia Elias Pical yang pernah mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.

Lebih jauh, ia menyampaikan komitmen untuk menghadirkan laga perebutan gelar internasional pada penyelenggaraan berikutnya, minimal di level OPBF maupun IBO.

“Ini komitmen kami kepada bangsa Indonesia. Tahun depan kami targetkan pertandingan perebutan gelar internasional,” ujarnya.

Nikolas turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk jajaran Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, lembaga perbankan, tokoh masyarakat, dan sponsor.

Menurut dia, dukungan Kapolri diberikan melalui aspek perizinan keamanan sekaligus kontribusi pendanaan. Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Maluku, DPRD Maluku, Bank Pembangunan Maluku, hingga Ketua Umum GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal.

Dalam mendukung kelancaran acara, sekitar 300 personel GRIB Jaya juga dikerahkan untuk membantu pengamanan di area pertandingan agar seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Pembina Promotor Letkol Inf (Purn) G. Borlak S.Sos., MM., menambahkan bahwa ajang ini merupakan momentum penting untuk mengangkat kembali marwah tinju Indonesia sebagai industri olahraga prestasi.

Ia menilai pemerintah perlu memberi perhatian lebih serius terhadap para atlet tinju yang selama ini terus berjuang di tengah keterbatasan.

“Potensi tinju Indonesia sangat besar. Kami berharap Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta KONI dapat memberikan dukungan konkret agar para petinju Indonesia semakin diperhitungkan dan dihormati di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Direktur Program dan Berita LPP TVRI Arif Adi Kuswardono, sementara Co-Promotor Yanche Rahayaan, S.Sos menyampaikan optimisme terhadap masa depan industri tinju nasional.

Di sisi teknis, tim medis yang dipimpin Dokter Budi memastikan sekitar 70 persen peserta telah dinyatakan layak bertanding berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan jelang pertandingan.

Sejumlah partai utama yang akan menjadi sorotan dalam Pattimura International Big Fight 2026 di antaranya perebutan Sabuk Emas Gubernur Maluku Utara kelas Super Bantam Weight antara Sunan Agung Amoragam melawan petinju Thailand Nathha Phong Nuchap Hum dalam delapan ronde.

Selain itu, perebutan Sabuk Emas Gubernur Maluku kelas Feather Weight akan mempertemukan Noldi Manakane menghadapi juara nasional Thailand Phirawat Panthong dalam delapan ronde.

Sementara itu, laga perebutan Sabuk Emas Ketua Umum KKBMM kelas Lightweight akan mempertemukan Iwan Kei Ngabalin melawan Kristian Malindo Rihi Rodjo dalam empat ronde.

Dengan menghadirkan petinju nasional dan internasional dalam satu panggung kompetitif, Pattimura International Big Fight 2026 diproyeksikan menjadi momentum strategis dalam membangun kembali ekosistem tinju Indonesia yang lebih kompetitif, profesional, dan berdaya saing global.

Lebih dari sekadar pertandingan, ajang ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium persatuan nasional sekaligus ruang aktualisasi generasi muda untuk menorehkan prestasi bagi bangsa di tingkat dunia.

 

(ard)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *