Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) Menargetkan Total Tenansi Mencapai 1.820 Tenant Tahun 2026 atau Tumbuh Sekitar 6,7 Persen

Avatar photo
104
×

PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) Menargetkan Total Tenansi Mencapai 1.820 Tenant Tahun 2026 atau Tumbuh Sekitar 6,7 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Jakarta – PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) menargetkan total tenansi mencapai 1.820 tenant pada 2026 atau tumbuh sekitar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis melalui penambahan site baru, peningkatan kolokasi menara, serta optimalisasi pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi di tengah dinamika industri pasca-konsolidasi operator seluler.

Example 300x600

Target tersebut disampaikan dalam Public Expose Perseroan yang digelar pada Jumat (5/6/2026) di 18 Office Park, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, manajemen memaparkan kinerja operasional dan keuangan kuartal I 2026, target usaha tahun buku 2026, serta strategi pengembangan bisnis ke depan.

Direktur Operasional GHON Jonni Pangaribuan menjelaskan bahwa jumlah menara telekomunikasi yang dimiliki perseroan meningkat dari 1.021 unit pada akhir 2025 menjadi 1.072 unit pada kuartal I 2026 setelah adanya penambahan 51 menara baru.

Meski demikian, jumlah kolokasi menurun dari 684 tenant menjadi 604 tenant. Kondisi tersebut menyebabkan total tenansi turun dari 1.705 tenant menjadi 1.676 tenant, sementara rasio kolokasi menara menurun dari 1,67 kali menjadi 1,56 kali.

Pada segmen fiber optik, panjang jaringan billable tercatat sebesar 1.378 kilometer pada kuartal I 2026, turun dari 1.521 kilometer pada akhir 2025. Sementara panjang jaringan fisik tetap berada pada level 1.636 kilometer. Perseroan menilai penurunan tersebut dipengaruhi penyesuaian kebutuhan penggunaan infrastruktur oleh pelanggan seiring berlangsungnya konsolidasi industri telekomunikasi.

Dari sisi sebaran aset, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap portofolio menara GHON dengan 674 tower atau sekitar 63 persen dari total menara yang dimiliki perusahaan. Sementara itu, Sumatera memiliki 198 tower, Kalimantan 111 tower, Sulawesi 77 tower, dan Nusa Tenggara 12 tower.

Direktur Keuangan GHON Yoyong memaparkan bahwa perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp51,22 miliar pada kuartal I 2026, turun dibandingkan Rp53,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp16,77 miliar atau turun dari Rp21,52 miliar pada kuartal I 2025. Laba per saham juga turun menjadi Rp30,49 per saham dibandingkan Rp39,13 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, GHON masih mampu menjaga profitabilitas operasional. Margin EBITDA tercatat sebesar 81,85 persen, sedikit meningkat dibandingkan 81,57 persen pada kuartal I 2025. Sementara margin laba kotor berada pada level 59,82 persen.

Hingga 31 Maret 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp1,42 triliun, dengan total liabilitas Rp627,09 miliar dan total ekuitas Rp797,07 miliar.

Dari sisi pelanggan, XLSMART menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan porsi 48,40 persen terhadap total pendapatan perseroan. Selanjutnya disusul Indosat Ooredoo Hutchison sebesar 30,56 persen dan Telkomsel sebesar 15,58 persen.

Untuk tahun buku 2026, GHON menargetkan jumlah site meningkat menjadi 1.090 site dari posisi 1.021 site pada tahun sebelumnya. Perseroan juga menargetkan jumlah kolokasi meningkat menjadi 730 tenant, sehingga total tenansi diproyeksikan mencapai 1.820 tenant.

Meski menargetkan pertumbuhan operasional, perseroan memperkirakan pendapatan tahun 2026 berada di kisaran Rp208,33 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp211,31 miliar. EBITDA diproyeksikan mencapai Rp167,64 miliar dengan margin EBITDA sekitar 80,47 persen.

Direktur Utama GHON Rudolf P. Nainggolan mengatakan perseroan akan tetap fokus menjalankan strategi pertumbuhan melalui penguatan hubungan dengan para pemangku kepentingan, menjaga kesehatan keuangan perusahaan, meningkatkan portofolio aset, serta melanjutkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Menurut Rudolf, perusahaan akan terus mengoptimalkan tingkat hunian menara dan pemanfaatan jaringan fiber optik guna meningkatkan efisiensi dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

“Perseroan berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan melalui pengelolaan bisnis yang prudent dan pengembangan infrastruktur yang mendukung kebutuhan transformasi digital nasional,” ujarnya.

Dengan strategi tersebut, GHON berharap dapat mempertahankan kinerja yang solid sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital dan konektivitas data.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *