Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

SLANK RILIS ALBUM KE-26 “REPUBLIK FUFUFAFA” BERTEPATAN DENGAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

Avatar photo
49
×

SLANK RILIS ALBUM KE-26 “REPUBLIK FUFUFAFA” BERTEPATAN DENGAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*

Jakarta – Grup band legendaris Slank resmi meluncurkan album studio ke-26 bertajuk “Republik Fufufafa” pada Kamis, 5 Juni dan tanggal peluncuran sengaja dipilih bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, selaras dengan salah satu tema besar yang diusung dalam album terbaru ini.

Example 300x600

Peluncuran digelar di Markas Slank, Jl. Potlot, Jakarta Selatan. Album _Republik Fufufafa_ berisi 10 lagu baru yang proses rekamannya dilakukan selama Ramadan 2025. Pengerjaan awal berlangsung di Flat 5 Studio milik Ridho Hafiedz, kemudian dilanjutkan di Parah Studio, Potlot 14.

Empat Unsur Utama: Cinta, Alam, Sosial, dan Youth

Dalam karya terbarunya, Slank tetap konsisten mengangkat empat unsur utama yakni cinta, alam, sosial, dan youth. Kritik sosial yang menjadi ciri khas Slank juga masih kental terasa di beberapa lagu.

Salah satunya lewat single “Rusak Ancur” ciptaan Bimbim, yang dirilis bersamaan dengan video musik. Lagu ini menjadi bentuk kritik keras Slank terhadap kerusakan alam akibat ulah banyak pihak.

Kaka turut menyumbang lagu “Jangan Rakus” sebagai pengingat untuk hidup secukupnya. “Ambil yang kau perlu, makan yang kau butuh,” menjadi pesan utama lagu ini. Lirik “Diikutin gak cukup-cukup ngebandingin orang melulu” menyasar fenomena ‘Kaum Mendang-Mending’ yang gemar membandingkan diri dengan orang lain.

Lagu Cinta Khas Slank

Adapun albumnya, terdapat _Ku Tak Mungkin_, lagu cinta terbaru Slank dengan aransemen yang nyaman di telinga. Lagu ini menyuarakan wujud kesetiaan terhadap pasangan tanpa batasan, mengingatkan pada lagu-lagu hits Slank sebelumnya.

Tema cinta juga hadir di _Di Dekatmu_, kolaborasi Kaka dan Bimbim. Dengan lirik sederhana berbahasa slengean dan aransemen melankolis elegan, lagu ini mengisahkan kerinduan seorang pria terhadap perempuan yang dicintainya.

Sementara “My Rinduku” ciptaan Bimbim tampil to the point mewakili rasa rindu pada pasangan. Lagu bernuansa rock n’ roll ringan ini kembali menghadirkan siulan khas Slank yang sudah lama tidak terdengar.

Soroti Isu PPN, Bisnis Gelap Hingga AI

Bimbim menyebut semua lagu di album ini merupakan potret berita yang mereka tangkap dari wartawan. “Bahkan lagu PPN 12 persen dalam dark bisnis seperti narkoba, judi hingga prostitusi banyak sekali perputarannya dan banyak oknum yang bermain di sana. Ini banyak membuka mata bahwa banyak bisnis gelap di mana banyak oknum bermain,” ujar Bimbim.

Album ini juga merespons perkembangan teknologi terkini, termasuk pemanfaatan Kecerdasan Buatan. “AI mainan baru buat Slank. Budak baru. Budak teknologi yang jangan dimusuhin tapi digunakan sebaik-baiknya,” kata Bimbim.

Nama “Fufufafa” sendiri disebut Bimbim sebagai lambang kekhawatiran. “Bangsa Indonesia pernah menjadi bangsa yang paling kurang ajar bersosial media. Kita shock juga,” ungkapnya merefleksikan fenomena psikologi digital masyarakat.

Proses Kreatif Lintas Tahun

Sebagian besar lagu dalam album ditulis Bimbim sepanjang 2024. Sementara Kaka menyumbangkan karya yang ia tulis sejak 2021. Perpaduan ide dari dua periode berbeda menghasilkan warna musik beragam namun tetap khas Slank.

Dari sisi musikalitas, “Republik Fufufafa” menawarkan eksplorasi genre lebih luas. Pendengar akan menemukan nuansa rock alternatif, rock n’ roll, hingga balada melankolis yang emosional.

Dengan “Republik Fufufafa”, Slank membuktikan konsistensinya sebagai band yang tetap relevan lintas generasi: menghibur sekaligus menyuarakan kritik sosial yang tajam.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *