Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk Mencatatkan Pertumbuhan Laba Bruto Sebesar 55,3 %, EBITDA Meningkat 68,1%, Dan Laba Komprehensif Melonjak 173,7 % Menjadi Rp194,7 Miliar

Avatar photo
50
×

PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk Mencatatkan Pertumbuhan Laba Bruto Sebesar 55,3 %, EBITDA Meningkat 68,1%, Dan Laba Komprehensif Melonjak 173,7 % Menjadi Rp194,7 Miliar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

Jakarta, 29 Juni 2026 – PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (kode saham: CNKO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik di Financial Hall Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (29/6). Perseroan memaparkan perkembangan kinerja usaha, strategi bisnis, serta prospek industri energi di tengah dinamika pasar batu bara nasional dan global.

Paparan publik disampaikan oleh Corporate Secretary PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk, Wim Andrian, didampingi jajaran manajemen Perseroan. Susunan pengurus terbaru terdiri dari Presiden Komisaris Pudjianto Gondosasmito, Komisaris Djoko Sumaryono, Komisaris Independen Edwin Pamimpin Situmorang dan Cahyo Suryo Putro. Sementara jajaran Direksi dipimpin Presiden Direktur Robin Wirawan, Wakil Presiden Direktur Sudarwanta, serta Direktur Erry Indriyana.

Dalam pemaparannya, Wim Andrian menyampaikan bahwa Perseroan berhasil mempertahankan tren positif dengan membukukan laba bersih selama dua tahun berturut-turut setelah sebelumnya mengalami kerugian dalam beberapa tahun.

“Selama dua tahun terakhir Perseroan berhasil membalikkan kinerja. Pada tahun 2025 laba komprehensif meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujarnya.

CNKO menegaskan visi perusahaan sebagai penyedia layanan energi berbasis batu bara yang terintegrasi di Indonesia dengan tetap mengedepankan efisiensi biaya, tanggung jawab lingkungan, serta penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Hingga saat ini, kegiatan usaha utama Perseroan tetap berfokus pada perdagangan dan rantai pasok batu bara. CNKO memasok kebutuhan batu bara bagi tujuh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) di Pulau Jawa melalui kontrak jangka panjang dengan volume sekitar 2,2 juta ton per tahun. Selain itu, Perseroan juga mengoperasikan PLTU berkapasitas 2×7 MW di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Menurut Wim, sektor kelistrikan masih menjadi pengguna batu bara terbesar di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade memasok kebutuhan PLN, CNKO optimistis prospek bisnis perdagangan batu bara tetap terjaga selama kebutuhan energi nasional masih tinggi.

Perseroan juga terus menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di wilayah operasional, mulai dari penanaman mangrove, perbaikan infrastruktur jalan menggunakan abu hasil pembakaran batu bara (fly ash), kegiatan kesehatan karyawan, donor darah, bantuan kepada masyarakat, hingga kegiatan keagamaan bersama pemerintah daerah dan PLN.

Dari sisi kinerja keuangan, pada Kuartal I 2026 CNKO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp462,83 miliar, meningkat 8,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun laba bersih tercatat sebesar Rp29,61 miliar, turun 14,6 persen akibat meningkatnya beban pokok pendapatan yang menekan margin operasional.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan juga mencatat pertumbuhan yang signifikan dengan kenaikan laba bruto sebesar 55,3 persen, EBITDA meningkat 68,1 persen, serta laba komprehensif melonjak 173,7 persen menjadi Rp194,7 miliar.

Sementara itu Direktur PT. Exploitasi Energi Indonesia Tbk Erry Indriyana menambahkan Sebagai bagian dari langkah konsolidasi bisnis, CNKO telah mendivestasi seluruh kepemilikan saham pada PT Sekti Rahayu Indah senilai Rp50 miliar pada April 2026. Dana hasil divestasi digunakan untuk memperkuat fokus bisnis utama Perseroan di sektor perdagangan batu bara.

Selain itu, pada Juni 2026 Perseroan menyelesaikan penambahan modal kepada dua entitas anak, yakni PT Korporindo Guna Bara sebesar Rp18 miliar dan PT Trans Lintas Segara sebesar Rp32 miliar. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat operasional pertambangan serta sistem logistik batu bara.

Ke depan, CNKO akan terus menjaga komitmen pasokan batu bara kepada PLN, meningkatkan kontribusi pembangkit listrik setelah penyelesaian perbaikan teknis PLTU Pangkalan Bun, melanjutkan program efisiensi di seluruh lini usaha, sekaligus mulai mengembangkan portofolio menuju sektor energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan.

Meski demikian, Perseroan mengakui masih menghadapi tantangan pada struktur permodalan. Hingga Kuartal I 2026, total liabilitas tercatat sebesar Rp2,02 triliun, lebih tinggi dibandingkan total aset Rp989,46 miliar sehingga ekuitas masih berada pada posisi negatif. Namun manajemen meyakini berbagai langkah restrukturisasi, penguatan anak usaha, dan peningkatan efisiensi akan menjadi fondasi bagi keberlanjutan pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *