Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITADAERAHHukum & KriminalNasionalPOLRI

Dugaan Sarang Sabu di Perbatasan Asahan–Labura Kian Terang-terangan, Warga: APH Jangan Tutup Mata!

Avatar photo
54
×

Dugaan Sarang Sabu di Perbatasan Asahan–Labura Kian Terang-terangan, Warga: APH Jangan Tutup Mata!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Asahan, Metropolitanpast.id | Dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Aek Bange, Kecamatan Kualuh Ledong, Kabupaten Asahan, kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas yang disebut-sebut telah berlangsung cukup lama itu memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: mengapa hingga kini belum ada tindakan hukum yang mampu menghentikan dugaan peredaran narkoba tersebut secara tuntas?

Sejumlah warga yang ditemui wartawan, Selasa (30/6/2026), mengaku semakin resah. Mereka menilai dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah itu seolah berlangsung tanpa rasa takut terhadap aparat penegak hukum.

Example 300x600

Menurut keterangan warga, seorang pria yang dikenal dengan panggilan “Kolex” disebut-sebut sebagai sosok yang diduga mengendalikan jaringan peredaran narkotika di kawasan Desa Aek Bange. Selain itu, warga juga menyebut seorang pria yang dikenal dengan panggilan “Fery” diduga berperan sebagai pengedar yang masih aktif menjalankan aktivitasnya.

“Kami sudah terlalu sering mendengar cerita yang sama. Kalau memang aparat serius memberantas narkoba, buktikan dengan tindakan nyata. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat juga menyebutkan bahwa Fery diduga telah memindahkan lokasi aktivitasnya ke kawasan DAM, Desa Londut, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Warga menduga perpindahan tersebut dilakukan untuk menghindari pengawasan aparat di wilayah Kabupaten Asahan. Informasi tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan resmi oleh aparat penegak hukum.

Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai efektivitas penegakan hukum di wilayah Polsek Pulo Raja, Polres Asahan, maupun Polsek Kualuh Hulu, Polres Labuhanbatu. Warga berharap aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengusut hingga ke jaringan yang lebih luas apabila didukung alat bukti yang cukup.

Masyarakat mendesak Kapolres Asahan, Kapolres Labuhanbatu, serta Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara untuk segera melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan menyeluruh terhadap seluruh informasi yang berkembang.

Menurut warga, jika dugaan tersebut benar, maka peredaran narkotika telah menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda di kawasan perbatasan Asahan–Labuhanbatu Utara. Mereka berharap tidak ada kesan pembiaran maupun penegakan hukum yang bersifat tebang pilih.

Masyarakat menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terbukti terlibat sebagai bandar, pengedar, kurir, maupun pihak yang membantu atau melindungi praktik peredaran narkotika harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa memandang status ataupun kedekatan dengan pihak tertentu.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi. Demikian pula, belum ada pernyataan resmi dari Polsek Pulo Raja, Polres Asahan, Polsek Kualuh Hulu, Polres Labuhanbatu, maupun Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara terkait informasi yang disampaikan masyarakat tersebut. (**)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *