Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Badan Pusat Statitik (BPS) Kini Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Big Data—Termasuk Data Pergerakan Telepon Seluler (Mobile Positioning Data/MPD) Agar Bisa Menghasilkan Data Statistik Yang Lebih Cepat, Akurat Dan Real-Time

Avatar photo
55
×

Badan Pusat Statitik (BPS) Kini Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Big Data—Termasuk Data Pergerakan Telepon Seluler (Mobile Positioning Data/MPD) Agar Bisa Menghasilkan Data Statistik Yang Lebih Cepat, Akurat Dan Real-Time

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

​​

 

Example 300x600

​JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan lompatan besar dalam modernisasi pengumpulan data nasional. Tak lagi hanya mengandalkan sensus dan survei konvensional, BPS kini mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Big Data—termasuk data pergerakan telepon seluler (Mobile Positioning Data/MPD)—guna menghasilkan data statistik yang lebih cepat, akurat, dan real-time.

​Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS Pusat, Setia Pramana, usai menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data & AI (ABDI) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
​Indonesia Jadi Pelopor Dunia
​Setia menegaskan bahwa Indonesia kini berada di jajaran depan (frontrunner) global dalam pemanfaatan Big Data untuk statistik resmi negara.

​”Di dunia, yang menjadi pelopor pemanfaatan Mobile Positioning Data untuk statistik itu pertama Estonia, dan yang kedua adalah Indonesia,” ujar Setia.
​Pemanfaatan data seluler ini terbukti efektif merekam mobilitas masyarakat secara presisi. BPS mampu melacak pergerakan wisatawan mancanegara hingga ke wilayah perbatasan dan pulau terluar—seperti Sebatik dan pos lintas batas Papua—yang selama ini sulit terjangkau pencatatan imigrasi biasa. Tak hanya itu, pergerakan ratusan juta perjalanan wisatawan nusantara dan komuter antarkota pun kini bisa terpetakan secara akurat.

​Jamin Kerahasiaan Data Pribadi
​Di tengah kekhawatiran publik soal privasi, Setia memastikan bahwa penggunaan Big Data seluler oleh BPS tidak melanggar privasi warga. Data yang diterima BPS telah mengalami proses anonimisasi dan dienkripsi ketat dalam sistem tertutup.
​”Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami tidak tahu nomor telepon atau identitas personal siapa pun. Yang kami olah murni adalah agregasi mobilitas angka dalam sistem yang sangat aman dan terisolasi,” tegasnya.

​Kolaborasi AI dan Citra Satelit untuk Pertanian hingga Bencana

​Selain data seluler, BPS juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Informasi Geospasial (BIG), serta kementerian terkait untuk mengawinkan AI dengan citra satelit. Teknologi ini digunakan untuk memantau fase tumbuh dan estimasi panen padi secara real-time, hingga memetakan dampak bencana alam di berbagai daerah seperti Aceh dan Sumatra.
​Metode web scraping dari platform e-commerce dan media daring juga dikerahkan untuk memantau dinamika harga pasar serta tren ekonomi secara harian.

​Standar 6 Dimensi Kualitas Data
​Lompatan teknologi ini dilandasi oleh tuntutan era digital yang mewajibkan penyediaan data berkualitas tinggi. Menurut Setia, BPS berpegang teguh pada enam dimensi kualitas data: relevan, akurat, tepat waktu, mudah diakses, koheren, dan konsisten.

​”Data seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi kini ditunggu-tunggu bukan hanya oleh pemerintah untuk merumuskan kebijakan, tapi juga oleh investor, pelaku bisnis, hingga akademisi. Kebijakan yang presisi hanya lahir dari data yang akurat dan tepat waktu,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *