Sebagai Seorang Analis Dan Eksekutif Bisnis, Gema Goeyardi Memberikan Pandangan Realistis Mengenai Industri Perfilman Indonesia
Jakarta, 26 Agustus 2026 – Suasana haru dan hangat menyelimuti Gala Premiere film Baby Udon yang digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu malam (26/8).
Film romantis terbaru ini akan tayang di Bioskop Indonesia pada awal September 2026. Hal ini diketahui saat press screening dan Gala Premiere film “Baby Udon” yang digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada Rabu malam (26/8).
Dalam Gala Premiere ini, terlihat begitu meriah tidak hanya karena kehadiran sang bintang, pemain, sutradara sekaligus produser, tetapi juga karena kehadiran penggemar dan sahabat-sahabat dari pekerja dalam film tersebut.
Salah satu tamu undangan istimewa yang hadir adalah Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi, S.E., M.M., M.H., CAT, CFTe, MFTA.
Pria yang akrab disapa Gema ini bukanlah sosok sembarangan. Di sela-sela kemeriahan premier, pendiri sekaligus CEO Astronacci International, yang juga berprofesi sebagai ahli trading internasional dan kapten pilot profesional itu, menyampaikan harapan besarnya terhadap film yang diangkat dari kisah nyata lintas negara tersebut.
Di tengah hingar-bingar karpet merah, Dr. Gema menyoroti isu sosial yang sedang membara di Indonesia. Menurutnya, kondisi politik tanah air saat ini sarat akan luka dan kebencian. Ia berharap Baby Udon dapat menjadi pelebur emosi negatif tersebut.
“Film ini mungkin bisa lebih menyentuh hati masyarakat agar muncul empati dan merasakan cinta. Kehadiran saya di sini ingin mengimbau masyarakat agar waktu yang ada lebih dimanfaatkan untuk menghargai momen bersama pasangan, suami, atau istri tercinta, bukan hanya bertengkar satu sama lain,” ujar Gema dengan penuh semangat.
Sebagai seorang analis dan eksekutif bisnis, Gema juga memberikan pandangan realistis mengenai industri perfilman Indonesia. Ia mengakui bahwa film aksi Indonesia memang telah beberapa kali menembus Hollywood, namun untuk kategori drama percintaan seperti Baby Udon, tantangannya jauh lebih berat.
“Kalau untuk masuk ke Hollywood, kebanyakan film action kita yang berhasil. Untuk kategori cinta memang agak susah. Harapan saya, setidaknya film ini bisa memenangkan hati di Asia dulu. Kita harus bisa head to head dengan Taiwan dan Korea yang sudah menjadi raja film romantisme. Thailand juga sekarang mulai bangkit. Kita patut bersyukur ada film berkualitas seperti ini,” jelasnya.
Menutup wawancara, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi memberikan apresiasi tinggi kepada sahabatnya, Denny Sumargo. Menurutnya, mengambil langkah memproduseri film dengan risiko finansial yang tinggi bukanlah hal mudah, terutama ketika industri sedang tidak pasti.
“Beliau berani mengambil langkah ini. Kami sangat mengapresiasi karena beliau membuat film yang lebih mendidik dan memperkenalkan cinta kasih, tidak hanya mengejar nilai komersial. Kami doakan semoga film Baby Udon dan Denny Sumargo sukses, diminati oleh keluarga di Indonesia dan semakin berkembang,” pungkas CEO Astronacci International tersebut.
Film garapan sutradara Fajar Bustomi ini merupakan karya perdana dari rumah produksi Sumargo Films yang berkolaborasi dengan LYTO Pictures. Dihadiri oleh para pemain, produser, serta tamu undangan, acara ini menjadi momen istimewa menyambut penayangan serentak film yang dijadwalkan rilis di seluruh bioskop Indonesia pada 3 September 2026 mendatang.
(*)


















