Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA
Avatar photo
27
×

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Hendrikus Menegaskan Sebagai Operator Data Center, STTGDC Indonesia Memiliki Tanggung Jawab Untuk Memastikan Fasilitas Pusat Data Yang Dikelolanya Semakin Efisien Dan Ramah Lingkungan

 

Example 300x600

 

Jakarta, – Industri pusat data (data center) memiliki peran semakin strategis di tengah pesatnya transformasi digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun, di balik pertumbuhan tersebut, kebutuhan energi data center yang besar menjadi tantangan tersendiri bagi industri untuk terus menjaga keberlanjutan lingkungan, Rabu (2/9/2026).

Hal tersebut disampaikan Hendrikus Hendra Gozali, Country Head STTGDC Indonesia, saat ditemui awak media dalam rangkaian Indonesia Energy & Engineering Series 2026.

Hendrikus menegaskan, sebagai operator data center, STTGDC Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan fasilitas pusat data yang dikelolanya semakin efisien dan ramah lingkungan.

“Kewajiban kita sebagai operator data center adalah membuat data center itu lebih green. Energi yang kita butuhkan untuk data center cukup besar, sehingga bagaimana kita menciptakan data center yang ramah lingkungan melalui efisiensi energi yang baik,” ujar Hendrikus.

Menurutnya, upaya menciptakan data center yang efisien harus dimulai sejak tahap perencanaan dan desain. Desain fasilitas harus memperhatikan standar internasional, kemudian dilanjutkan dengan implementasi dan pengukuran kinerja secara terukur.

“Untuk itu kita harus melakukan desain yang benar dengan standar internasional. Setelah kita desain dan implementasikan, kita harus mengukur. Bukan sekadar mengukur biasa, tetapi menggunakan standar yang tepat,” jelasnya.

Hendrikus mengatakan, penerapan standar internasional menjadi penting agar klaim mengenai efisiensi energi dan keberlanjutan dapat dipertanggungjawabkan secara objektif. Salah satunya melalui penerapan standar manajemen energi seperti ISO 50001 serta standar dan praktik teknis lainnya yang relevan.

“Jadi kita tidak bisa hanya mengatakan data center kita green, tetapi tidak pernah mengukurnya. Sama seperti kita mengatakan manajemen mutu kita baik, tentu ada standar dan audit untuk memastikan apakah sudah sesuai,” tegasnya.

Efisiensi Energi Jadi Tanggung Jawab Industri

Hendrikus menilai efisiensi energi bukan semata-mata persoalan investasi atau strategi bisnis. Bagi operator data center, efisiensi merupakan bagian dari tanggung jawab moral terhadap lingkungan.

Menurutnya, tingginya kebutuhan energi data center akan semakin meningkat seiring pertumbuhan komputasi AI. Karena itu, operator perlu terus mencari berbagai inisiatif untuk menekan konsumsi energi tanpa mengurangi keandalan layanan.

“Ini bukan sesuatu yang hanya karena investasi dan sebagainya harus dilakukan, tetapi ini kewajiban moral sebagai pelaku data center untuk memberikan data center yang ramah lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, perkembangan AI membuat kebutuhan komputasi dan energi semakin besar. Data center menjadi salah satu infrastruktur penting yang menopang berbagai layanan digital yang digunakan masyarakat.

Karena itu, menurut Hendrikus, pengembangan data center ke depan harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan.

Tak Hanya Lingkungan, STTGDC Perhatikan Aspek Sosial

Komitmen STTGDC Indonesia terhadap keberlanjutan, lanjut Hendrikus, tidak hanya berkaitan dengan efisiensi energi dan lingkungan. Perusahaan juga berupaya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Salah satunya melalui pelatihan dan kerja sama dengan institusi pendidikan maupun sekolah kejuruan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.

“Kami juga melakukan training dan kerja sama dengan professional school. Kami mempertimbangkan manfaat kehadiran kami, termasuk melalui kerja sama dengan kecamatan sekitar untuk menyediakan fasilitas yang lebih sehat dan sebagainya,” ungkapnya.

Menurut Hendrikus, keberadaan data center harus memberikan dampak positif yang lebih luas, bukan hanya dari sisi teknologi dan ekonomi, tetapi juga bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.

Menjawab Tantangan Talenta Industri Data Center

Selain energi, tantangan lain yang dihadapi industri data center adalah ketersediaan talenta yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri digital.

Hendrikus menyebut data center merupakan industri yang relatif baru sehingga kebutuhan terhadap tenaga profesional dengan keahlian khusus terus meningkat.

“Challenge-nya adalah industri ini baru. Talent menjadi suatu permasalahan di mana-mana. Ketika kita bicara dengan universitas, teknologi yang mereka pelajari masih banyak berkaitan dengan industri lama, sementara sekarang kita bicara industri digital,” ujarnya.

Untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, STTGDC Indonesia mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dan institusi pendidikan.

Program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan singkat, tetapi juga pengalaman kerja langsung di lingkungan data center.

“Kami bekerja sama dengan universitas untuk mengedukasi orang mereka, lalu mereka ditempatkan di tempat kita. Bukan hanya satu atau dua bulan, tetapi bisa enam sampai sepuluh bulan,” jelas Hendrikus.

Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai operasional data center serta memahami standar dan kebutuhan industri secara nyata.

“Pada waktu mereka selesai pendidikan, mereka siap pakai,” tambahnya.

Hendrikus menegaskan, pengembangan industri data center Indonesia membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, dunia pendidikan dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, pertumbuhan ekonomi digital diharapkan dapat berjalan beriringan dengan efisiensi energi, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

STTGDC Indonesia pun menempatkan prinsip green data center sebagai bagian penting dari perjalanan industri pusat data menuju masa depan digital yang lebih berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *