Hokkop ; “Keterlibatan METI Dalam Berbagai Proyek Strategis Nasional Seperti target Penambahan Kapasitas Energi Hingga 100 GW, Geothermal Dan Bioenergy & Bertujuan Untuk Memperbesar Gerakan Transisi Energi Secara Nasional”
JAKARTA — Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung regulasi, edukasi, dan percepatan program energi terbarukan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Hokkop Situngkir, Wakil Ketua METI yang juga menjabat sebagai Ketua Steering Committee Indo EBTKE serta Direktur PLN EPI Biomass Bio energy.
Dalam keterangannya, Hokkop menjelaskan bahwa keterlibatan METI dalam berbagai proyek strategis nasional—seperti target penambahan kapasitas energi hingga 100 GW, geothermal, dan bioenergy—bertujuan untuk memperbesar gerakan transisi energi secara nasional.
”Intinya kita dukung program pemerintah karena itu potensi yang ada di depan mata kita. Kita bisa eksekusi dengan baik dan bekerja sama. Tanpa kolaborasi, kita nggak akan mungkin bisa menjalankan amanah yang diberikan,” ujar Hokkop.
Fokus Diskusi Bioenergy
Sektor bioenergy menjadi salah satu topik utama yang dibahas secara mendalam. Pembahasan mencakup pemanfaatan minyak kelapa sawit untuk kemandirian energi nasional guna mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.
Selain itu, rangkaian acara juga menghadirkan sesi khusus yang membahas berbagai teknologi EBT, di antaranya:
Biofuel & Bioethanol
Biomethan
Biomass & Singas
Generasi Muda Pimpin Industri EBT
Menanggapi keterlibatan generasi muda di sektor energi bersih, Hokop menyampaikan optimisme tinggi.
Menurutnya, anak muda saat ini sudah memiliki ketertarikan yang sangat besar, bahkan telah memegang peran strategis di industri ini.
Banyak supplier biomass dan biomethan yang dikembangkan oleh pelaku usaha muda.
Fenomena anak muda berusia 24 hingga 25 tahun yang tampil menjadi CEO di sektor EBT membuktikan bahwa estafet kepemimpinan transisi energi berjalan dengan cepat. pungkasnya.


















