Ekonomi

Prospek Bisnis Haji dan Umrah Cerah, Jannah Firdaus Target Berangkatkan 30 Ribu Jemaah pada 2026

Avatar photo
74
×

Prospek Bisnis Haji dan Umrah Cerah, Jannah Firdaus Target Berangkatkan 30 Ribu Jemaah pada 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Industri perjalanan ibadah haji dan umrah di Indonesia masih memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Tingginya minat masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci menjadi peluang bagi penyelenggara perjalanan ibadah untuk terus mengembangkan layanan sekaligus menjaga kepercayaan jemaah.

Peluang tersebut turut mendorong Travel Jannah Firdaus memperkuat eksistensinya di industri perjalanan haji dan umrah. Memasuki usia ke-23 tahun, perusahaan ini terus mengembangkan layanan, termasuk melalui penyelenggaraan manasik bersama sekitar 1.000 jemaah di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan bertajuk “23 Tahun Penuh Makna Bersama Jannah Firdaus Melangkah Menuju Baitullah” tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan hari jadi perusahaan dan upaya memberikan pembekalan kepada jemaah sebelum menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Berdasarkan data yang dicantumkan dalam keterangan perusahaan, kuota haji Indonesia pada 2024 mencapai 241.000 jemaah, meningkat dibandingkan 203.320 jemaah pada 2023. Sementara itu, jumlah jemaah umrah Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 1,467 juta orang, naik dari 1,37 juta pada 2023 dan 1,01 juta pada 2022.

Besarnya jumlah jemaah tersebut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang pertumbuhan industri perjalanan haji dan umrah. Namun, penyelenggara juga dituntut menjaga kualitas pelayanan, kepastian keberangkatan, serta keamanan dan kenyamanan jemaah.

CEO Jannah Firdaus, Wael Ahmed, mengatakan kepercayaan jemaah menjadi amanah yang harus dijaga melalui komitmen pelayanan dan keberangkatan.

“Alhamdulillah, selama ini kami terus menjaga komitmen keberangkatan jemaah. Kepercayaan jemaah adalah amanah yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” ujar Wael Ahmed.

Menurut Wael, Jannah Firdaus secara rutin menggelar kegiatan manasik untuk memberikan pembekalan kepada calon jemaah. Dalam satu tahun, kegiatan serupa dapat diselenggarakan sekitar dua hingga tiga kali dengan melibatkan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.


Target 30 Ribu Jemaah hingga Akhir 2026
Seiring dengan peluang pasar yang masih terbuka, Jannah Firdaus menargetkan dapat memberangkatkan sekitar 30.000 jemaah umrah dan haji plus hingga akhir 2026.

Target tersebut, menurut perusahaan, didukung jaringan operasional, kerja sama internasional, serta sistem pelayanan terpadu untuk memenuhi kebutuhan jemaah selama perjalanan ibadah.

Jannah Firdaus juga menyatakan telah terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia. Perusahaan turut menyebut telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 sebagai bagian dari komitmen terhadap sistem manajemen mutu.

Dalam mendukung operasionalnya, perusahaan mengandalkan tim profesional yang berpengalaman di Makkah, Madinah, dan Jeddah, serta jaringan internasional untuk membantu menangani kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah.

Kepercayaan jemaah yang telah terbangun selama lebih dari dua dekade menjadi salah satu modal perusahaan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah persaingan industri perjalanan religi.

Hadirkan Hotel Sendiri di Makkah
Tak hanya memperkuat layanan perjalanan, Jannah Firdaus juga mengembangkan fasilitas pendukung bagi jemaah melalui kehadiran Hotel Jannah Firdaus di Makkah.

Wael Ahmed menjelaskan, hotel tersebut dimiliki dan dikelola sebagai bagian dari ekosistem pelayanan perusahaan untuk mendukung kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perusahaan penyelenggara umrah dan haji, kami resmi menghadirkan Hotel Jannah Firdaus Makkah, sebuah hotel yang dimiliki dan dikelola sebagai bagian dari ekosistem pelayanan jemaah,” jelas Wael.

Menurut perusahaan, keberadaan hotel tersebut merupakan bagian dari upaya mengintegrasikan layanan perjalanan dan akomodasi jemaah. Dengan demikian, kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah diharapkan dapat ditangani secara lebih terkoordinasi.

Ke depan, Jannah Firdaus juga menyampaikan rencana untuk memiliki pesawat guna mendukung operasional perusahaan. Rencana ini menjadi bagian dari arah pengembangan bisnis yang ingin dilakukan perusahaan, meski realisasi dan jadwal pelaksanaannya belum dirinci dalam keterangan yang disampaikan.

Dalam kegiatan manasik sekaligus perayaan milad ke-23 tersebut, hadir sejumlah tokoh dan perwakilan perusahaan, antara lain penceramah nasional Syekh Muhammad Jaber, CEO Jannah Firdaus Wael Ahmed, Direktur Jannah Firdaus H. Rahmat Syam, serta Brand Ambassador Jannah Firdaus Ustaz H. Daeng Syawal.

Melalui penguatan layanan, pengembangan fasilitas, dan kegiatan pembekalan jemaah, Jannah Firdaus berupaya mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas kiprahnya di industri perjalanan haji dan umrah Indonesia.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *