BERITA

MITRA BGN KEHABISAN KESABARAN: AKSI “SUSPEND BGN” DIGELAR DI DEPAN GEDUNG BGN

Avatar photo
118
×

MITRA BGN KEHABISAN KESABARAN: AKSI “SUSPEND BGN” DIGELAR DI DEPAN GEDUNG BGN

Sebarkan artikel ini

Presidium Mitra BGN Indonesia Mulai Suspend BGN: Bungkam Sampai Keadilan Terwujud

JAKARTA, 6 Oktober 2026 — Presidium Mitra BGN Indonesia menyatakan memulai gerakan “Suspend BGN” sejak 5 Oktober 2026. Langkah ini diambil setelah berbagai upaya menyampaikan persoalan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai belum menghasilkan kepastian.

Gerakan tersebut akan terus dilakukan hingga ada kejelasan dan penyelesaian yang dianggap adil bagi mitra yang telah berinvestasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, mitra telah menyampaikan aspirasi melalui berbagai jalur, termasuk Aksi Panca Mitra pada 1 Oktober 2026 di depan DPR RI dan pertemuan dengan pimpinan DPR RI. Mitra juga meminta difasilitasi bertemu dengan Kepala BGN.

“Semua upaya sudah kami lakukan. Kami sudah datang ke DPR, menyampaikan persoalan mitra dan meminta dipertemukan dengan Kepala BGN. Namun sampai hari ini kepastian itu belum terwujud,” ujar Presidium Mitra BGN Indonesia.

Dari Berbicara hingga Bungkam

Sebagai bentuk kekecewaan, mitra melakukan aksi simbolik menutup mulut dengan lakban. Aksi itu menjadi simbol bahwa suara mitra dinilai belum mendapatkan jawaban yang memberikan kepastian.

“Hari ini kami memilih bungkam. Bukan karena kami tidak memiliki suara, tetapi karena kami merasa suara mitra belum didengar,” tegas Presidium.

Sejak 5 Oktober, “Suspend BGN” dinyatakan sebagai tekanan moral agar persoalan segera diselesaikan.

Presidium menegaskan, gerakan ini bukan penolakan terhadap MBG. Mitra tetap mendukung program tersebut. Yang dituntut adalah kepastian atas status SPPG, kebijakan suspend, keberlanjutan kerja sama, serta perlindungan terhadap investasi yang telah dikeluarkan.

Menurut mitra, ketika operasional SPPG dihentikan atau ditangguhkan, kewajiban tetap berjalan. Cicilan, biaya bangunan, peralatan, dan tenaga kerja tetap menjadi beban.

Lima Tuntutan Utama

Presidium meminta kepastian mengenai:

1. Status SPPG yang disuspend.
2. Nasib investasi mitra.
3. Dasar dan mekanisme kebijakan suspend.
4. Keberlanjutan kerja sama dengan BGN.
5. Penyelesaian beban pembiayaan selama operasional dihentikan.

Presidium menegaskan mitra tidak meminta perlakuan istimewa, melainkan kepastian dan keadilan bagi pihak yang telah berinvestasi untuk mendukung program pemerintah.

“Kami sudah berbicara. Kami sudah datang ke DPR. Kami sudah meminta dipertemukan dengan BGN. Sekarang kami memilih bungkam. Suspend BGN sampai keadilan terwujud.”

Bagi mitra, persoalan ini bukan sekadar soal keuntungan, tetapi menyangkut investasi, pembiayaan, tenaga kerja, keluarga, dan keberlanjutan usaha.

“Kami tidak meminta dikasihani. Kami meminta keadilan.”

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *