BERITA

Michael Kirana (Ketum PATRIA) Menyampaikan Selamat Atas Pelantikan Pengurus DPP HIKMAHBUDHI, khususnya kepada APT. Agustina sebagai Ketua Umum Perempuan Pertama Terpilih Dalam Sejarah 55 tahun Perjalanan HIKMAHBUDHI

Avatar photo
33
×

Michael Kirana (Ketum PATRIA) Menyampaikan Selamat Atas Pelantikan Pengurus DPP HIKMAHBUDHI, khususnya kepada APT. Agustina sebagai Ketua Umum Perempuan Pertama Terpilih Dalam Sejarah 55 tahun Perjalanan HIKMAHBUDHI

Sebarkan artikel ini

Michael Kirana (Ketum PATRIA) Menyampaikan Selamat Atas Pelantikan Pengurus DPP HIKMAHBUDHI, khususnya kepada APT. Agustina sebagai Ketua Umum Perempuan Pertama Terpilih Dalam Sejarah 55 tahun Perjalanan HIKMAHBUDHI

 

 

Jakarta, – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA), Ir. Michael Kirana Sutiono, S.T., turut berbahagia dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) yang dipimpin oleh APT. Agustina, S.Farm., selaku Ketua Umum HIKMAHBUDHI periode 2026–2028, Kamis, (5/11/2026).

Kehadiran Michael Kirana Sutiono dalam momentum pelantikan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus wujud semangat persaudaraan dan kebersamaan ant organisasi kepemudaan di Indonesia, khususnya organisasi pemuda dan pemudi yang memiliki komitmen dalam membangun generasi muda yang berkualitas serta berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Dalam wawancara dengan awak media, Michael Kirana Sutiono menyampaikan rasa bahagia dan selamat kepada seluruh jajaran pengurus pusat HIKMAHBUDHI yang baru dilantik, khususnya kepada APT. Agustina sebagai Ketua Umum perempuan pertama dalam sejarah 55 tahun perjalanan HIKMAHBUDHI.

Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri, melainkan perlu membangun komunikasi, kolaborasi, sinergi, dan saling mendukung demi mencapai tujuan yang lebih besar.

“Sebagai sesama organisasi pemuda dan pemudi se-Indonesia, kita harus terus membangun kolaborasi, bersinergi, dan saling mendukung satu sama lain. Tujuan kita bukan hanya untuk membesarkan organisasi masing-masing, tetapi ada tujuan yang jauh lebih besar, yaitu mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat serta bangsa Indonesia,” ungkap Michael.

Ia menegaskan, perbedaan latar belakang organisasi bukan menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Justru, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan dalam menghadirkan berbagai gagasan, program, dan gerakan positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Michael juga mengungkapkan bahwa PATRIA selama ini terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan. Salah satunya melalui kegiatan peringatan Sumpah Pemuda bersama Talenta Muda Nusantara serta sejumlah organisasi pemuda dan pemudi lainnya.

Menurutnya, kegiatan lintas organisasi seperti itu menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki semangat persatuan dan kepedulian untuk bersama-sama mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

“Belum lama ini kami juga berkolaborasi dalam kegiatan Sumpah Pemuda bersama Talenta Muda Nusantara dan berbagai organisasi kepemudaan lainnya. Ini menjadi salah satu contoh bahwa kita bisa bergerak bersama, saling mengenal, saling menguatkan, dan membangun sesuatu yang positif untuk Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Michael berharap kepengurusan baru HIKMAHBUDHI di bawah kepemimpinan APT. Agustina dapat membawa organisasi semakin maju, solid, progresif, serta mampu melahirkan program-program yang berdampak bagi mahasiswa, generasi muda, dan masyarakat luas.

Ia juga berharap hubungan baik antara PATRIA dan HIKMAHBUDHI dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan bersama, baik dalam bidang sosial, pendidikan, kebangsaan, maupun pengembangan kapasitas generasi muda.

“Selamat kepada seluruh pengurus pusat HIKMAHBUDHI yang baru dilantik. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, semakin solid, dan terus memberikan kontribusi terbaik. Mari kita bersama-sama membangun Indonesia dengan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong,” tutup Michael.

Momentum pelantikan ini diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi awal penguatan jejaring dan kerja sama ant organisasi kepemudaan. Sebab, masa depan Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mampu bekerja sama, menghargai keberagaman, dan menghadirkan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *