JAKARTA, 04 November 2026 – PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (IDX: BOSS) menyampaikan pembaruan kinerja, status operasional, serta langkah-langkah strategis perseroan dalam rangkaian materi Public Expose tahun 2023, 2024, dan 2025. Di tengah tantangan industri pertambangan dan masa transisi pascabencana yang mempengaruhi kegiatan operasional entitas anak, Perseroan tetap teguh memegang komitmen keberlangsungan usaha (going concern), kepatuhan tata kelola, serta upaya pemulihan kondisi perseroan secara menyeluruh.
| Status Operasional dan Kinerja Perseroan
Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, Perseroan belum membukukan transaksi produksi dan penjualan batubara. Hal ini disebabkan oleh kegiatan penambangan yang belum dapat dilanjutkan akibat dampak bencana alam (banjir dan longsor), keterbatasan modal kerja, serta fokus manajemen pada efisiensi biaya dan overhead di tingkat holding, meminimalkan risiko hukum, serta menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan.
Kendati demikian, entitas anak Perseroan, PT Pratama Bersama (PB), telah mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian ESDM untuk jangka waktu 2024-2026 dengan kuota produksi maksimal 600.000 ton per tahun. Sementara itu, untuk PT Bangun Olah Sarana Sukses (BOS) yang berstatus pailit sejak 2022, Hakim Pengawas dan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah menetapkan izin going concern pada 21 Maret 2024 untuk melanjutkan aktivitas dan keberlangsungan usaha di bawah kendali Kurator, sehingga tetap dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.
Prospek Usaha dan Target Strategis
Untuk menghadapi tantangan ke depan dan membuka kembali potensi nilai aset, Perseroan mengambil langkah-langkah strategis berikut:
Percepatan Mitra Strategis: Melanjutkan penjajakan dan negosiasi secara selektif dengan calon investor atau mitra bisnis berpengalaman guna menyuntikkan modal kerja, memperbaiki infrastruktur pascabencana, serta menghidupkan kembali kegiatan operasional penambangan di konsesi PT Pratama
Bersama (PB) dan perizinan BOS.
Keunggulan Produk: Mempertahankan keunggulan kualitas batubara termal berkalori tinggi (rata-rata 6.300 kkal/kg ARB) dengan kadar abu dan sulfur yang sangat rendah, yang menjadi daya tarik utama di pasar domestik maupun internasional. Perlu dicatat, entitas anak PB juga pernah memperoleh dukungan pendanaan eksplorasi dari Pemerintah Jepang melalui Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) hingga sebesar USD 3.000.000.
Kepatuhan Pelaporan & Penyelesaian Audit: Menyelesaikan proses Laporan Keuangan Auditan Tahun Buku 2023, 2024, dan 2025 serta menjadwalkan RUPS dan RUPSLB terkait. Langkah ini merupakan prioritas utama manajemen guna memenuhi seluruh ketentuan OJK dan BEI serta menjadi kunci penyelesaian atas suspensi saham BOSS yang berlangsung sejak April 2024.
Efisiensi Berkelanjutan: Menjaga disiplin biaya operasional secara ketat di tingkat holding demi memastikan ketahanan finansial selama masa transisi.
Tata Kelola, Kepatuhan, dan Aspek Keberlanjutan (GCG & ESG)
Perseroan menyadari adanya keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Auditan dan penyelenggaraan RUPS/RUPSLB akibat kendala teknis dan dampak bencana. Manajemen berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh kewajiban tersebut kepada regulator sesegera mungkin. Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit tetap aktif menjalankan fungsinya sesuai regulasi yang berlaku, termasuk menyediakan saluran pengaduan pelanggaran (whistleblowing system) melalui email resmi corsec@bosscoal.com.
Di samping itu, di tengah masa transisi, Perseroan terus berupaya menjaga prinsip keberlanjutan 3P (People, Planet, Profit) melalui pemantauan lingkungan secara berkala, perawatan settling pond, program revegetasi bersama petani lokal, serta penyaluran kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) secara terbatas bagi masyarakat sekitar konsesi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.











