Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Dari Bela Senjata ke Bela Siber: Semangat TRIP Menyala Kembali di Rapimnas KOMENWA

Avatar photo
172
×

Dari Bela Senjata ke Bela Siber: Semangat TRIP Menyala Kembali di Rapimnas KOMENWA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: David Darmawan

METROPOLITAN POST— Suasana khidmat di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada pagi hari, Senin (2/2), menjadi pembuka yang penuh makna bagi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Komando Resimen Mahasiswa (KOMENWA) Indonesia. Di antara barisan peserta yang hadir, kehadiran Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H., sebagai salah satu pembina, memberikan bobot sekaligus napas sejarah yang panjang bagi perhelatan itu.

Example 300x600

Acara yang mengambil tema “Transformasi TRIP Menjadi KOMENWA Indonesia yang Tangguh, Profesional, dan Berintegritas” ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ini adalah sebuah deklarasi peralihan zaman: dari Resimen Mahasiswa (Menwa) tradisional menuju Komando Resimen Mahasiswa (KOMENWA) yang siap menghadapi medan pertahanan modern. Panglima KOMENWA Indonesia, Dr. H. Datep Putra Saputra, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rapimnas ini akan menjadi yang terakhir, dan selanjutnya akan bertransformasi menjadi Rapat Komando Nasional (Rakornas), menandakan perubahan struktural yang lebih solid.

Dalam pidato pembukaannya, Laksda (Purn) Surya Wiranto, dengan latar belakangnya sebagai mantan perwira tinggi matra laut dan kini advokat serta dosen, menyambungkan benang merah perjuangan yang tak terputus. “Tujuh puluh sembilan tahun yang lalu, para mahasiswa dalam Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) memilih untuk tidak sekadar belajar tentang kemerdekaan, tetapi mempertahankannya dengan senjata,” ujarnya, mengingatkan semua yang hadir tentang akar historis gerakan mahasiswa dalam bela negara.

Transformasi Menjawab Tantangan Zaman

Perubahan dari TRIP, Corps Mahasiswa, hingga menjadi KOMENWA hari ini mencerminkan evolusi ancaman yang dihadapi bangsa. Jika di masa revolusi fisik medan pertempuran adalah hutan dan kota, kini medan perangnya telah berpindah ke ruang digital. Ancaman siber, disinformasi, dan perang narasi menjadi musuh tak kasatmata yang bisa melumpuhkan kedaulatan dari dalam.

“KOMENWA harus menjadi garda kesadaran nasional. KOMENWA harus hadir sebagai penyangga ideologi negara,” tegas Surya Wiranto. Penegasan ini sejalan dengan upaya strategis KOMENWA, yang di bawah kepemimpinan Datep Saputra, telah aktif menjajaki pembentukan Resimen Mahasiswa Matra Laut sebagai komponen pendukung (Komduk) TNI Angkatan Laut. Inisiatif ini menunjukkan visi bahwa peran bela negara kaum terpelajar harus relevan dengan kebutuhan pertahanan multidimensi saat ini.

David Darmawan: Wajah Menwa Sejati di Tengah Arus Digital

Sebagai undangan kehormatan yang diberikan langsung oleh Panglima Datep Saputra, kehadiran David Darmawan dalam Rapimnas ini adalah simbol nyata dari idealisme Menwa yang diusung. Dalam kapasitasnya, David mewakili generasi muda yang mencintai ibu pertiwi dengan sepenuh hati, bukan dengan retorika kosong, melainkan dengan kesediaan mengembangkan kapasitas diri untuk pertahanan siber bangsa.

Di era di mana degradasi nasionalisme di kalangan milenial menjadi keprihatinan bersama—seperti yang juga disinggung oleh Pembina KOMENWA lainnya, Wibisono—figur seperti David Darmawan dan semangat yang dibawa Rapimnas ini menjadi penawar. Mereka adalah bukti bahwa semangat “Widya Castrena Dharma Siddha” (Ilmu dan Bela Negara adalah Kewajiban yang Suci) tetap hidup, namun dengan pendekatan yang disesuaikan.

Mempersiapkan Rakornas dan Langkah ke Depan

Rapimnas II ini menjadi titik tolak menuju format yang lebih terkoordinasi, yaitu Rakornas. Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah pusat untuk meningkatkan sinergi, seperti terlihat dalam Rakornas pemerintah yang dihadiri ribuan peserta dari pusat hingga daerah. Untuk KOMENWA, perubahan ini berarti penguatan kapasitas organisasi, profesionalisme, dan integrasi yang lebih baik dalam sistem pertahanan semesta.

Dengan pembina seperti Surya Wiranto yang membawa pengalaman militer, hukum, dan maritim, serta komitmen pimpinan untuk memperkuat matra laut, KOMENWA sedang membentuk diri menjadi cadangan strategis bangsa yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas secara digital dan teguh secara ideologis.

Sebagaimana diingatkan oleh sang pembina di akhir pidato, “Medannya berubah, tetapi sumpahnya tetap sama.” Dari TRIP 1947 hingga KOMENWA 2026, semangat itu tetap satu: siap menjaga Indonesia dari segala bentuk ancaman, kini dan di masa depan.

Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H., adalah seorang advokat, dosen, dan mantan perwira tinggi TNI AL yang kini aktif sebagai pembina KOMENWA Indonesia.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *