Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Dr. Eko Surya Lesmana Luncurkan Buku Kedua “The Secret Weakness of Every Great Power”:  Refleksi Pemikiran, Bangun Integritas Generasi Muda dan Kepercayaan Publik pada Pemimpin

Avatar photo
4952
×

Dr. Eko Surya Lesmana Luncurkan Buku Kedua “The Secret Weakness of Every Great Power”:  Refleksi Pemikiran, Bangun Integritas Generasi Muda dan Kepercayaan Publik pada Pemimpin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dr. Eko Surya Lesmana Luncurkan Buku Kedua “The Secret Weakness of Every Great Power”:  Refleksi Pemikiran, Bangun Integritas Generasi Muda dan Kepercayaan Publik pada Pemimpin

 

Example 300x600

JAKARTA, Metropolitanpost.id

 

Dalam sebuah acara bedah Buku Kedua “The Secret Weakness of Every Great Power” yang berlangsung meriah, penulis dan pemikir sosial, Dr. Eko Surya Lesmana meluncurkan karya terbarunya yang merupakan hasil refleksi panjang perjalanan hidupnya. Buku ini hadir bukan sekadar sebagai kumpulan tulisan, melainkan sebagai manifestasi pemikiran Eko Surya Lesmana sejak masa kuliah hingga kini, dengan tujuan utama menjaga idealisme bangsa dan memastikan generasi mendatang tetap menikmati kemerdekaan.

 

Acara bedah buku dan peluncuran buku “The Secret Weakness of Every Great Power” ini diprakarsai oleh School of Sustainability & Policy (SOSP) bersama Rumah Perubahan  di Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan. (29/08/26).

 

Dipandu oleh Dr. Boy Bayu Idisondjaja dari SOSP selaku moderator, diskusi menghadirkan tiga pakar dari sudut pandang lintas disiplin: Laksda TNI (Purn) Dr. Ir. Nengah Putra A, ST, M.Si (Han) (Akademisi Universitas Pertahanan) — Menyoroti pentingnya ketahanan doktrinal dan kewaspadaan strategis dari kacamata pertahanan nasional.
​Dr. Ian Montratama (Tenaga Ahli Bidang Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional RI) — Menguraikan dinamika geopolitik global serta bagaimana kerentanan domestik dapat dimanfaatkan oleh lawan eksternal.
​Dr. Darwin Silalahi (Pembelajar Transformasi Korporat & Organisasi) — Mengaitkan pelajaran sejarah dengan konteks bisnis, khususnya dalam mengelola budaya organisasi dan dorongan inovasi agar korporasi tidak tertinggal oleh zaman.

Diskusi ini membedah karya terbaru Dr. Eko Surya Lesmana, yang menyoroti bagaimana pola keruntuhan entitas-entitas besar sepanjang sejarah dapat menjadi petunjuk krusial bagi para pemimpin pemerintahan, militer, dan korporasi modern agar terhindar dari ketidakpedulian atas kelemahan internal (blind spots).

Kepada para awak media yang mewawancarainya, Eko menekankan bahwa motivasi penulisan buku ini berakar pada keinginan kuat untuk “menjaga generasi bangsa”. Ia menyoroti pentingnya mempertahankan cara pandang yang sama dalam merawat masa depan Indonesia.

“Saya ingin menjaga generasi bangsa kita agar tetap fokus pada idealisme negara sejak didirikan. Harapan saya, generasi yang akan datang tetap bisa menikmati kemerdekaan sebagaimana kita menikmatinya saat ini,” ujar Eko.

Dua Pesan Utama: Waspada Disinformasi dan Integritas Pemimpin

Eko mengungkapkan bahwa buku ini memuat dua filosofi utama. Pertama, ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap arus informasi, terutama di era teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang pesat. Ia khawatir adanya doktrin-doktrin asing yang tidak sesuai dengan nilai bangsa dapat menyusup melalui media teknologi dan mengikis rasa percaya antarwarga serta terhadap negara.

“Kita harus waspada terhadap pemikiran yang menimbulkan ketidakpercayaan. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa di satu generasi, tapi bisa merusak generasi-generasi berikutnya,” tegasnya.

Pesan kedua ditujukan khusus bagi para pemimpin. Menurut Eko, menjadi pemimpin tidak cukup hanya dengan dicintai oleh rakyat, tetapi harus juga dipercaya. Kepercayaan ini, lanjutnya, harus dibuktikan melalui sikap, keberanian bertindak, kesediaan mendengar, dan yang terpenting: konsistensi antara ucapan dan tindakan.

“Pemimpin harus menjadi orang yang bisa dipercaya. Integritas adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada negara,” tambahnya.

Menanggapi isu mengenai keteladanan kepemimpinan saat ini, Eko memilih sikap bijak. Alih-alih mengkritik secara tajam, ia berfokus pada upaya membangun kembali optimisme dan persatuan bangsa. “Negara mengalami pasang surut. Posisi saya bukan untuk mengkritisi, tetapi mencoba mengembalikan kepercayaan publik agar kita sebagai bangsa tetap bersatu dan bangga menghadapi dunia,” jelasnya.

Harapan Agar Relevan Hingga Puluhan Tahun Mendatang

Mengenai proses penulisan, Eko mengakui bahwa buku ini adalah cerminan dari seluruh hidupnya (the whole my life). Ini merupakan buku keduanya, di mana buku pertama dianggap tidak lagi relevan dengan konteks pemikirannya saat ini. Ia bahkan mengisyaratkan akan segera merilis buku kedua dan ketiga yang telah disiapkannya.

Harapan terbesar Eko melalui peluncuran buku ini adalah agar ide dan visi yang tertuang di dalamnya dapat tersebar luas, tidak hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga generasi masa depan.

“Buku memiliki kekuatan abadi. Ada buku yang ditulis ratusan tahun lalu yang masih relevan hingga kini. Saya berharap buku ini juga tetap relevan dan dibaca oleh generasi-generasi mendatang selama berpuluh-puluh tahun ke depan,” pungkas Eko menutup sesi wawancara.

Acara bedah buku ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang sepakat bahwa integritas dan persatuan adalah modal utama Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

****

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *