Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
About Us

Forum MAI Soroti Kepemimpinan Prof Yusri di MAA, Raja dan Sultan se-Nusantara Beri Apresiasi

Avatar photo
60
×

Forum MAI Soroti Kepemimpinan Prof Yusri di MAA, Raja dan Sultan se-Nusantara Beri Apresiasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rumpun Budaya Seni Nusantara Apresiasi Terpilihnya Prof Yusri sebagai Ketua MAA, Disampaikan dalam Forum MAI yang Dihadiri Raja, Sultan, dan Tokoh Adat se-Nusantara,(foto: istimewa)

METROPOLITAN POST– Rumpun Budaya Seni Sumatera Nusantara menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terpilihnya Prof. Yusri sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) periode 2026–2031. Dukungan tersebut tidak hanya disampaikan secara kelembagaan, tetapi juga telah menjadi bagian dari pembahasan dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI) yang dihadiri oleh para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta tokoh pemangku adat dari seluruh Nusantara.

Example 300x600

Ketua Umum Rumpun Budaya Seni Nusantara, Khairul Abrar IH, menegaskan bahwa forum MAI menjadi ruang strategis dalam menyatukan pandangan para pemangku adat lintas wilayah terhadap kepemimpinan lembaga adat, termasuk Majelis Adat Aceh.

“Dalam forum komunikasi MAI yang dihadiri para pemimpin adat se-Nusantara, terpilihnya Prof. Yusri mendapat perhatian dan apresiasi. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan beliau tidak hanya diakui di Aceh, tetapi juga mendapat legitimasi moral dari komunitas adat secara nasional,” ujar Khairul dalam siaran pers, Kamis (9/4/2026).

Khairul yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Provinsi Aceh menilai Prof. Yusri sebagai figur yang tepat untuk kembali memimpin lembaga adat tertinggi di Aceh, mengingat rekam jejaknya yang kuat sebagai akademisi sekaligus tokoh adat.

Prof. Yusri dikenal sebagai guru besar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, dengan keahlian di bidang budaya dan bahasa Aceh. Kiprahnya tidak hanya terbatas di dunia akademik, tetapi juga dalam penguatan kelembagaan adat di Aceh.

Dalam perjalanan pengabdiannya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) serta Wakil Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Aceh. Pengalaman tersebut semakin memperkuat kapasitas kepemimpinannya dalam merawat, menjaga, dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya Aceh.

Terpilihnya kembali Prof. Yusri secara aklamasi juga dinilai sebagai cerminan tingginya kepercayaan dari berbagai elemen adat di Aceh terhadap kepemimpinannya.

Khairul berharap, di bawah kepemimpinan Prof. Yusri, Majelis Adat Aceh dapat semakin memainkan peran strategis, tidak hanya sebagai penjaga kearifan lokal, tetapi juga sebagai mitra penting pemerintah dalam pembangunan yang berbasis nilai-nilai adat.

“Ke depan, kami berharap MAA semakin aktif dalam melestarikan adat, membina generasi muda, serta menjadi benteng budaya Aceh di tengah arus globalisasi. Dukungan yang disampaikan dalam forum MAI menjadi energi kolektif bagi penguatan peran tersebut,” tutupnya.(Bar.S)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *