Tanah Bumbu – Pengusaha nasional sekaligus Owner Jhonlin Group, H. Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, memimpin peletakan batu pertama pembangunan pabrik perakitan truk dump SANY Group di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Pembangunan pabrik tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat industri manufaktur alat berat di Indonesia, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), khususnya untuk mendukung kebutuhan sektor pertambangan dan konstruksi.
Proyek bertajuk Truk Dump SANY Indonesia (Kalimantan Selatan) Tahap I ini merupakan investasi di sektor manufaktur yang berfokus pada perakitan kendaraan alat berat. Kehadirannya diharapkan mampu mendorong transformasi industri pertambangan melalui pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.
Peletakan batu pertama pembangunan pabrik dipimpin langsung Haji Isam bersama Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, perwakilan SANY Heavy Industry, Zhongwei Group, Billy Group, serta kontraktor pelaksana Mingdian Konstruksi.
Ketua Dewan Direksi Divisi Kendaraan Konstruksi SANY Heavy Industry, Han Shouliang, mengatakan pembangunan fasilitas manufaktur di Tanah Bumbu merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan industri Indonesia.
“Kami berkomitmen meningkatkan penggunaan komponen lokal, mengembangkan sumber daya manusia Indonesia, serta menciptakan peluang kerja melalui pembangunan fasilitas manufaktur ini. Kami juga melihat potensi besar Kalimantan Selatan dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan industri modern,” ujar Han Shouliang.
Ia menegaskan, pengembangan fasilitas tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kualitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan operasional.
Kolaborasi dengan mitra lokal serta dukungan berbagai pihak juga dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan pembangunan proyek berjalan sesuai rencana.
Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyambut positif investasi SANY Group di KEK Setangga. Menurutnya, kehadiran industri manufaktur tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong hilirisasi dan memperkuat sektor industri dalam negeri.
“Kami menyambut baik kepercayaan SANY Group yang menjadikan Tanah Bumbu sebagai lokasi investasi. Kehadiran industri ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong hilirisasi dan memperkuat sektor manufaktur,” katanya.
Bupati berharap pembangunan pabrik tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan pekerjaan dengan mengutamakan tenaga kerja lokal.
Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memfasilitasi pelatihan dan peningkatan kompetensi agar putra-putri daerah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain membuka peluang kerja, keberadaan pabrik juga diproyeksikan memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Mulai dari pertumbuhan UMKM, sektor jasa, transportasi, hingga logistik yang akan mendukung aktivitas industri.
Andi Rudi Latif menyebutkan, perekonomian Kabupaten Tanah Bumbu tumbuh sebesar 6,02 persen hingga semester I-2026. Daerah tersebut juga mencatat realisasi investasi tertinggi di Kalimantan Selatan selama dua tahun berturut-turut.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen terus menjaga iklim investasi melalui kemudahan dan kepastian berusaha bagi para investor.
Dimulainya pembangunan pabrik perakitan truk dump SANY Group ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem industri alat berat di Kalimantan Selatan.
Kehadiran Haji Isam dalam peletakan batu pertama tersebut turut menandai keterlibatan Jhonlin Group dalam momentum pengembangan kawasan industri di Tanah Bumbu.
Ke depan, fasilitas manufaktur ini diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan alat berat untuk sektor pertambangan dan konstruksi, tetapi juga mendorong transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tumbuhnya industri pendukung di Kalimantan Selatan.
Dengan dimulainya proyek ini, KEK Setangga diharapkan semakin berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri manufaktur dan investasi di Kalimantan Selatan.
(ard)











