Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
About Us

Hanya NKRI di Dunia ini yang Menjadikan TYME sebagai Dasar Negara

Avatar photo
71
×

Hanya NKRI di Dunia ini yang Menjadikan TYME sebagai Dasar Negara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ym.HRM Soekarna: Pancasila dan UUD 1945 Kehilangan Pewaris Nilai, Bangsa dalam Situasi Ironis, Tragis, dan Miris // Foto: Istimewa/ dok.google/istimewa 

METROPOLITAN POST— Pembina Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, Yang Mulia HRM Soekarna, menyampaikan keprihatinan mendalam atas semakin memudarnya pemahaman hakiki terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 di tengah generasi penerus bangsa.

Example 300x600

Pernyataan tersebut disampaikan HRM Soekarna dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI) yang dihadiri para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta tokoh-tokoh pemangku adat se-Nusantara, sebuah forum luhur yang menjadi ruang perenungan kolektif tentang arah moral dan ideologis bangsa.

Dalam paparannya, HRM Soekarna menegaskan sebuah fakta fundamental yang kerap terabaikan:

“Tahukah kita, hanya Negara Kesatuan Republik Indonesia satu-satunya negara di dunia yang secara konstitusional menempatkan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, sebagai dasar negara?”

Menurut beliau, posisi Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama Pancasila bukanlah simbol formal, melainkan fondasi ontologis dan moral yang membawa konsekuensi langsung bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Sejak setiap tarikan napas, setiap ucapan, dan setiap perilaku warga bangsa, tidak boleh keluar dari ajaran, perintah, dan larangan atas firman Allahu Ilahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

HRM Soekarna menilai, Pancasila dan UUD 1945 adalah satu kesatuan nilai yang murni, utuh, dan konsekuen, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Namun realitas hari ini menunjukkan belum munculnya generasi penerus bangsa yang benar-benar memahami dan mengamalkan makna luhur tersebut secara menyeluruh.

Dengan nada penuh keprihatinan, beliau menyampaikan tiga kata yang menggambarkan kondisi bangsa saat ini: “Ironis,Tragis.
Miris,” ungkapnya.

Suasana forum pun hening. Sejumlah sesepuh adat tampak tertunduk dalam perenungan mendalam, seolah menyadari bahwa kegagalan pewarisan nilai ideologis dan spiritual bangsa adalah tanggung jawab bersama lintas generasi.

Makna tersebut juga tercermin kuat dalam visual foto yang diabadikan: sosok sepuh berselimut busana putih, menundukkan kepala dalam keheningan, berlatar simbol-simbol pusaka dan adat. Sebuah gambaran diam yang berbicara lantang tentang kearifan yang terancam terputus, sekaligus seruan sunyi agar nilai-nilai luhur bangsa kembali dijaga dan diwariskan.

Forum Majelis Adat Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penjaga nurani bangsa, pengawal nilai Pancasila, dan penopang moral konstitusi, agar Indonesia tidak sekadar besar secara sejarah, tetapi juga agung secara etika, spiritual, dan peradaban.

 

 

Laporan : Endi.S

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *