BERITA

Japto Soerjosoemarno (Ketua MPN Pemuda Pancasila) Dalam Pembukaan Rakernas SAPMA Pemida Pancasila  2026 Tegaskan Peran Satma Pemuda Pancasila sebagai Kawah Candradimuka Kaderisasi dan Benteng Nilai Pancasila

Avatar photo
57
×

Japto Soerjosoemarno (Ketua MPN Pemuda Pancasila) Dalam Pembukaan Rakernas SAPMA Pemida Pancasila  2026 Tegaskan Peran Satma Pemuda Pancasila sebagai Kawah Candradimuka Kaderisasi dan Benteng Nilai Pancasila

Sebarkan artikel ini

​Japto Soerjosoemarno (Ketua MPN Pemuda Pancasila) Dalam Pembukaan Rakernas SAPMA Pemida Pancasila  2026 Tegaskan Peran Satma Pemuda Pancasila sebagai Kawah Candradimuka Kaderisasi dan Benteng Nilai Pancasila

​JAKARTA — Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Satma) Pemuda Pancasila kembali ditegaskan sebagai pilar utama pembentukan karakter, intelektualitas, dan kaderisasi penerus kepemimpinan organisasi Pemuda Pancasila. Hal tersebut disampaikan dalam pengarahan Rapat Kerja (Raker) organisasi yang menekankan pentingnya evaluasi, konsolidasi, serta etos kerja seluruh anggota.

​Dalam pengarahannya, Japto Soerjosoemarno (Ketua MPN Pemuda Pancasila) menyampaikan bahwa rapat kerja merupakan ajang evaluasi pekerjaan organisasi sekaligus introspeksi etos kerja para anggotanya. Satma Pemuda Pancasila diposisikan sebagai wadah berkumpulnya para pemuda dan mahasiswa yang memiliki kesamaan cita-cita, aspirasi, dan semangat untuk mempancasilakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

​”Satma merupakan pusat pendidikan dan kawah candradimuka bagi kader-kader muda yang terdidik. Kaderisasi bukan sekadar proses formalis, melainkan pembentukan pejuang penerus dan figur yang memiliki tiga rasa utama: sense of belonging (rasa memiliki), sense of protection (rasa melindungi), dan sense of responsibility (rasa tanggung jawab) terhadap organisasi serta Bangsa Indonesia,” tegas pembicara dalam pidatonya.

​Selain pentingnya kaderisasi berkelanjutan, rilis ini menggarisbawahi beberapa poin strategis organisasi:

1. ​Intelektualitas sebagai Kunci Perjuangan:
Sejarah membuktikan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui pendidikan dan kekuatan intelektual para pendiri bangsa, bukan semata-mata perjuangan fisik. Oleh karena itu, kader Satma dituntut untuk peka terhadap permasalahan bangsa, kritis membaca peluang, serta mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

2. ​Konsolidasi Berjenjang: Menginstruksikan pentingnya konsolidasi organisasi secara rinci dari tingkat pusat hingga cabang dan unit terdepan. Konsolidasi administrasi, keanggotaan, dan koordinasi antarwilayah menjadi fondasi utama dalam memperkuat struktur organisasi.

3. ​Pewarisan Nilai Kebangsaan: Menjadikan nilai-nilai Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan kewajiban moral yang harus dihidupkan oleh setiap warga negara, khususnya para generasi muda.

​Melalui rapat kerja ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota Satma Pemuda Pancasila dapat terus solid, memperkuat konsolidasi internal, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *