BERITAPOLITIK

Kapt. Inf. Muhammad Guntur Digadang-gadang Maju Pilbup Bima, Sejumlah Tokoh Beri Apresiasi

Avatar photo
1892
×

Kapt. Inf. Muhammad Guntur Digadang-gadang Maju Pilbup Bima, Sejumlah Tokoh Beri Apresiasi

Sebarkan artikel ini

Foto: tangkapan layar (screnshoot) Kapt. Inf. Muhammad Guntur, Paspampres Regu A. (Istimewa)

METROPOLITAN POST— Nama Kapten Infanteri Muhammad Guntur, prajurit TNI AD yang pernah bertugas sebagai bagian dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Regu A, kembali menjadi perhatian setelah munculnya aspirasi dari sejumlah kalangan yang mendorong dirinya untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Bupati Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wacana tersebut mendapat respons positif dari sejumlah tokoh yang mengenal maupun pernah berinteraksi dengan Muhammad Guntur. Mereka menilai pengalaman, kedisiplinan, karakter kepemimpinan, serta pengabdiannya selama menjalankan tugas negara menjadi modal yang dinilai relevan apabila kelak dipercaya mengemban amanah sebagai kepala daerah.

Muhammad Guntur juga dikenal sebagai putra kelahiran Kabupaten Bima yang dinilai memiliki perhatian terhadap daerah asalnya. Sejumlah pihak bahkan menyebutnya sebagai salah satu putra daerah yang layak dipertimbangkan apabila masyarakat Bima menghendaki hadirnya figur dengan latar belakang pengabdian dan pengalaman di lingkungan militer.

Ketua Umum Suara Rakyat Merdeka (SRM), Tatang Priatna, yang mengaku mengenal dan pernah bertemu dengan Muhammad Guntur, menilai munculnya aspirasi agar dirinya maju sebagai calon Bupati Bima merupakan hal yang patut diapresiasi.

Menurut Tatang, karakter pribadi dan pengalaman Muhammad Guntur selama menjalankan tugas negara menjadi salah satu alasan munculnya dorongan tersebut.

“Kalau beliau digadang-gadang dari berbagai lini untuk menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bima, menurut saya hal tersebut cukup beralasan. Beliau merupakan putra daerah dan selama ini dinilai memiliki kepedulian terhadap tanah kelahirannya,” ujar Tatang kepada redaksi, sebagaimana keterangannya pada 23 Juni 2024.

Tatang berpandangan, apabila Muhammad Guntur benar-benar maju dan kemudian mendapatkan kepercayaan masyarakat, tantangan terbesar justru berada pada bagaimana mengubah pengalaman pengabdian menjadi program konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Bima.

Apresiasi serupa disampaikan Fachrudin Bandarin, Pimpinan Presidium Indonesia Maju. Ia mengaku terkesan dengan munculnya aspirasi masyarakat yang mendorong Muhammad Guntur untuk maju sebagai calon kepala daerah.

Menurut Fachrudin, latar belakang militer, khususnya pengalaman di lingkungan Kopassus dan Paspampres, dapat menjadi salah satu modal kepemimpinan apabila dipadukan dengan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat serta tata kelola pemerintahan daerah.

“Apalagi beliau memiliki latar belakang dari Kopassus. Sosok dengan karakter tegas, disiplin dan terbiasa menjalankan tugas dengan tanggung jawab tentu memiliki pengalaman yang dapat menjadi modal dalam memimpin. Kalau beliau maju, saya memberikan apresiasi dan dukungan secara moral,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan tersebut menurutnya bukan semata-mata persoalan daerah, melainkan bagian dari perhatian terhadap kemajuan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, tokoh pergerakan dan aktivis nasional Raja Agung Nusantara, yang juga Ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI), menilai aspirasi terhadap Muhammad Guntur perlu dilihat sebagai bagian dari proses demokrasi yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengusulkan figur yang dianggap memiliki kapasitas.

Menurutnya, apabila dukungan masyarakat terhadap Muhammad Guntur semakin berkembang, perlu dibangun secara tertib, konstitusional dan sesuai dengan seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pemilihan kepala daerah.

“Kalau masyarakat Bima memang menghendaki beliau maju, aspirasi itu tentu harus disalurkan melalui proses demokrasi yang sah. Bisa melalui partai politik apabila mendapatkan dukungan partai, dan seluruh mekanisme lainnya harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menilai pembentukan simpul-simpul relawan dapat menjadi salah satu bentuk konsolidasi masyarakat, sepanjang dilakukan secara terbuka, tertib dan sesuai aturan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.

Apresiasi berikutnya datang dari Mohamad Fitrah, inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Keluarga Besar Pejuang-45 (YKBP-45).

Ia menilai Muhammad Guntur memiliki pengalaman pengabdian yang cukup panjang dan lingkungan tugas yang memiliki tingkat tanggung jawab tinggi. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu aspek yang layak diperhitungkan apabila nama Muhammad Guntur benar-benar masuk dalam bursa calon Bupati Bima.

“Dilihat dari perjuangan, pengabdian, rekam jejak, latar belakang dan sepak terjangnya, menurut saya beliau merupakan sosok yang layak dipertimbangkan. Pengalaman menjalankan tugas pengamanan Presiden tentu memiliki tingkat tanggung jawab yang besar,” ungkapnya.

Fitrah mengatakan, Kabupaten Bima masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari pembangunan, pelayanan masyarakat, peningkatan ekonomi hingga penguatan sumber daya manusia.

Karena itu, menurutnya, figur yang memiliki pengalaman, disiplin, kemampuan manajerial dan visi pembangunan perlu mendapat ruang untuk dipertimbangkan oleh masyarakat.

“Pada akhirnya masyarakatlah yang menentukan. Yang paling penting adalah bagaimana setiap figur yang muncul mampu menawarkan gagasan dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Bima,” katanya.

Dari Lombok Tengah, Tuan Guru Dr. Nujumuddin, pemerhati lingkungan hidup asal Gerantung, juga memberikan apresiasi terhadap munculnya wacana tersebut.

Meski mengaku belum mengenal Muhammad Guntur secara mendalam, ia melihat respons positif sejumlah tokoh terhadap putra Kabupaten Bima tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap munculnya figur daerah yang dinilai memiliki pengalaman pengabdian.

Menurutnya, seorang kepala daerah idealnya memahami kultur, karakter sosial dan persoalan masyarakat daerah yang dipimpinnya.

“Sebagai sesama masyarakat NTB, tentu kita bangga apabila ada putra daerah yang memiliki pengalaman pengabdian dan kemudian mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk membangun daerahnya. Kabupaten Bima membutuhkan pemimpin yang memahami masyarakat, memiliki integritas dan mempunyai visi yang jelas,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengalaman saja tidak cukup. Seorang calon pemimpin daerah, menurutnya, harus mampu menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, wacana pencalonan Muhammad Guntur sebagai calon Bupati Bima kini menjadi salah satu aspirasi politik yang menarik untuk dicermati. Namun, keputusan untuk maju dalam Pilkada maupun kendaraan politik yang akan digunakan tetap merupakan proses yang harus melalui mekanisme demokrasi dan ketentuan hukum yang berlaku.

Pada akhirnya, masyarakat Kabupaten Bima yang memiliki hak pilih akan menjadi penentu utama terhadap siapa figur yang dianggap paling mampu membawa daerah tersebut menuju pembangunan yang lebih maju, pelayanan publik yang lebih baik, serta kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat.(Barto Silitonga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *