Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Kemandirian Teknologi Pertahanan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan Strategis Bangsa. Kadisinfolahtal Laksma TNI Ferry Johansyah: “Mimpi Kita Harus Lebih Tinggi dari Sekadar Pasar Dalam Negeri”

Avatar photo
4970
×

Kemandirian Teknologi Pertahanan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan Strategis Bangsa. Kadisinfolahtal Laksma TNI Ferry Johansyah: “Mimpi Kita Harus Lebih Tinggi dari Sekadar Pasar Dalam Negeri”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kemandirian Teknologi Pertahanan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan Strategis Bangsa.
Kadisinfolahtal Laksma TNI Ferry Johansyah: “Mimpi Kita Harus Lebih Tinggi dari Sekadar Pasar Dalam Negeri”

JAKARTA, 11 Agustus 2026 —

Example 300x600

 

Kemandirian teknologi, khususnya di sektor pertahanan dan keamanan nasional, bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang mendesak. Indonesia tidak dapat terus bergantung pada teknologi impor; sebaliknya, harus membangun ekosistem pengembangan produk dalam negeri yang melibatkan seluruh elemen bangsa—mulai dari sumber daya manusia unggul, perguruan tinggi, BUMN, BUMS, hingga pelaku industri teknologi nasional.

Demikian ditegaskan oleh Kepala Dinas Informasi dan Pengolahan Data Angkatan Laut (Kadisinfolahtal) Laksamana Pertama TNI Ferry Johansyah, S.T., saat ditemui di sela-sela ajang Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Meninjau Langsung Kemampuan Teknologi Anak Bangsa

Ferry mengungkapkan bahwa kehadirannya di pameran INTI 2026 bertujuan untuk melihat secara langsung berbagai produk dan inovasi yang dikembangkan oleh putra-putri Indonesia. Ia ingin mengukur sejauh mana kapabilitas teknologi nasional telah berkembang dan siap menjawab kebutuhan strategis negara.

“Teknologi anak muda Indonesia itu tidak kalah dengan teknologi luar. Kemandirian teknologi ini harus ada yang mengawali,” ujar Ferry dengan penuh keyakinan.

Ia menekankan bahwa potensi generasi muda Indonesia di bidang teknologi sangat besar dan tidak kalah dibandingkan negara-negara maju. Namun, potensi tersebut memerlukan kepercayaan, dukungan nyata, serta ruang yang lebih luas agar mampu melahirkan teknologi strategis berdaya saing global.

Modal Besar Indonesia: SDM Unggul dan Sumber Daya Alam Melimpah

Ferry menilai Indonesia sesungguhnya memiliki fondasi yang sangat kuat untuk membangun kemandirian teknologi. Selain kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia juga memiliki aset sumber daya manusia yang potensial—termasuk anak-anak muda yang menempuh pendidikan dan meraih prestasi di berbagai negara.

“SDM-nya ada, sumber daya alamnya juga ada. Tinggal bagaimana kita menyinergikan dan mengkolaborasikan agar tidak muncul ego sektoral masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada ketiadaan kemampuan, melainkan pada belum optimalnya sinergi antarpemangku kepentingan.

Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Menghapus Ego Sektoral

Ferry menyoroti bahwa salah satu hambatan utama dalam membangun industri teknologi nasional adalah kecenderungan bekerja secara sektoral dan tertutup. Ia mendorong kolaborasi yang lebih erat dan terstruktur antara BUMN, BUMS, perguruan tinggi, lembaga riset, serta komunitas teknologi.

Sebagai contoh konkret, ia merujuk pada pengembangan industri pertahanan yang membutuhkan integrasi multidisiplin.

“Jangan sampai satu institusi mengerjakan semuanya. Kalau ada yang fokus pada persenjataan, yang lain bisa mengembangkan elektronika. Bagaimana teknologi persenjataan dan teknologi elektroniknya disinergikan—itulah yang penting,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ferry juga mendorong penerapan reverse engineering secara terukur dan sesuai ketentuan hukum untuk mempelajari teknologi yang telah berkembang di negara lain, kemudian mengadaptasi dan mengembangkannya dengan kemampuan industri nasional.
Ia mencontohkan bagaimana sejumlah negara seperti Turki, China, dan Iran membuktikan bahwa keterbatasan akses terhadap teknologi asing bukan alasan untuk berhenti berinovasi.

“Yang mereka lakukan adalah mempelajari, mengembangkan, dan kemudian menghasilkan teknologi yang lebih maju. Kita juga harus berani menuju ke sana,” ujarnya.

Ambisi Global: Produk Indonesia Harus Menembus Pasar Internasional

Dalam pandangannya, Ferry mengingatkan agar pengembangan teknologi nasional tidak berhenti pada target memenuhi kebutuhan pasar domestik semata. Industri teknologi Indonesia harus memiliki ambisi yang lebih besar—menciptakan produk yang diakui dan diterima di pasar internasional.

“Jangan hanya punya mimpi menjual untuk dalam negeri. Mimpi kita harus lebih tinggi. Bagaimana negara-negara luar mengakui produk Indonesia,” tegas Ferry.
Ia bahkan menekankan adanya efek berantai positif ketika produk nasional berhasil menembus pasar global.

“Kalau sudah laku di luar negeri, dalam negeri wajib membeli produk itu. Jangan mimpi kita terlalu rendah hanya untuk dalam negeri,” tambahnya.

Ancaman Era Baru: Cognitive Warfare dan Perang Informasi

Selain kemandirian teknologi pertahanan secara fisik, Ferry juga menyoroti dimensi ancaman keamanan nasional yang semakin kompleks di era digital. Perang modern, menurutnya, tidak lagi hanya berlangsung di medan tempur konvensional, tetapi juga menyasar persepsi, informasi, dan psikologi masyarakat melalui apa yang dikenal sebagai cognitive warfare.

Ia menyebut information warfare dan psychological warfare sebagai dua aspek yang memerlukan perhatian serius dari seluruh komponen bangsa.

Perkembangan media sosial, lanjut Ferry, telah mengubah secara fundamental pola masyarakat dalam memperoleh dan mempercayai informasi. Kondisi ini dapat dieksploitasi untuk membangun opini, memengaruhi persepsi publik, bahkan memicu polarisasi sosial apabila tidak diimbangi dengan literasi digital dan kemampuan kontra-disinformasi yang memadai.

“Sekarang masyarakat bisa lebih percaya kepada netizen daripada realitasnya. Ini yang harus kita waspadai,” katanya.

Oleh karena itu, Ferry menekankan urgensi membangun kemampuan nasional di bidang teknologi informasi, keamanan siber, kecerdasan buatan (AI), serta sistem pertahanan digital guna menghadapi spektrum ancaman perang modern yang terus berevolusi.

Peran Pemerintah: Mendorong, Mendukung, dan Mewujudkan

Ferry mengapresiasi langkah pemerintah yang terus memberikan dukungan terhadap inovasi dan kreativitas generasi muda Indonesia, termasuk melalui kebijakan yang membuka ruang bagi pengembangan dan penggunaan produk teknologi dalam negeri.

“Pemerintah harus terus mendorong kemampuan teknologi anak-anak Indonesia. Mimpi mereka harus diwujudkan, didorong, dan di-support untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bisa diekspor,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa sinergi, kolaborasi, dan kemauan merupakan tiga kunci utama untuk mempercepat terwujudnya kemandirian teknologi nasional.

“Kalau kita mau bersatu dan bersinergi, kita pasti bisa. Saat ada kemauan, pasti banyak jalan. Kalau tidak ada kemauan, pasti banyak alasan,” tandas Ferry menutup pernyataannya.

Tentang INTI 2026 dan INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026

Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 merupakan ajang pameran dan forum teknologi terkemuka yang menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri, pemerintah, investor, inovator, dan pengembang teknologi untuk memperkuat ekosistem teknologi nasional. Pameran ini berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menghadirkan ratusan eksibitor dari berbagai negara yang menampilkan perkembangan terkini di bidang teknologi, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud), infrastruktur digital, serta berbagai solusi industri.

Bersamaan dengan INTI 2026, digelar pula INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026 yang menjadi bagian integral dari ekosistem pameran, mempertemukan inovasi, teknologi, industri permesinan, dan peluang investasi untuk memperkuat daya saing industri nasional menuju pasar global.

Tentang Kadisinfolahtal

Dinas Informasi dan Pengolahan Data Angkatan Laut (Disinfolahtal) merupakan unsur pembantu pimpinan di lingkungan TNI Angkatan Laut yang bertugas di bidang pengelolaan informasi, data, dan sistem teknologi informasi untuk mendukung operasional dan pengambilan keputusan strategis TNI AL.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *