Nasional

Ketua Komite Tetap Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pendanaan Pembangunan Kadin Indonesia, Hardini Puspasari: Kadin Dorong Kolaborasi Infrastruktur Digital dan Pembiayaan Kreatif untuk Akselerasi Smart City di Indonesia

Avatar photo
4932
×

Ketua Komite Tetap Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pendanaan Pembangunan Kadin Indonesia, Hardini Puspasari: Kadin Dorong Kolaborasi Infrastruktur Digital dan Pembiayaan Kreatif untuk Akselerasi Smart City di Indonesia

Sebarkan artikel ini

 

Ketua Komite Tetap Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pendanaan Pembangunan Kadin Indonesia, Hardini Puspasari:
Kadin Dorong Kolaborasi Infrastruktur Digital dan Pembiayaan Kreatif untuk Akselerasi Smart City di Indonesia

 

Jakarta, Metropolitanpost.id

 

Ketua Komite Tetap Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pendanaan Pembangunan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Ibu Hardini Puspasari, menekankan urgensi transformasi digital serta kebutuhan akan model pembiayaan inovatif dalam pembangunan infrastruktur nasional. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara diskusi mengenai teknologi keamanan siber (cyber security) dan investasi pada Senin, 21 September 2026, di Gedung RRI, Jakarta.

 

Dalam keterangannya kepada para awak media, Hardini yang juga dikenal sebagai Miss KPBU (Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha), menyatakan bahwa dunia kini telah memasuki era di mana segala aspek kehidupan nyata berpindah ke ruang maya. Transformasi ini menuntut kesiapan infrastruktur IT yang matang, khususnya dalam mengakomodasi pertumbuhan data center dan adopsi teknologi masa depan seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan aset kripto.

“Kita harus menyiapkan diri menghadapi perubahan sangat cepat, di mana transaksi tunai akan bergeser sepenuhnya ke digital. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur IT menjadi kunci utama,” ujar Hardini.

Tantangan AI dan Keamanan Siber

Menanggapi pertanyaan mengenai program pemerintah dalam pengembangan AI serta isu peretasan terhadap beberapa BUMN sebelumnya, Hardini menilai bahwa regulasi yang masih dalam tahap RUU tidak boleh menghambat adaptasi. Ia menegaskan bahwa penolakan terhadap teknologi bukanlah solusi.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus menyesuaikan diri dengan situasi global yang berubah pesat. Ini bukan ancaman jika kita mampu meng-adjust diri. Justru, smart city merupakan peluang luar biasa bagi Indonesia,” tambahnya.

Hardini menyoroti tantangan teknis dalam mewujudkan kota cerdas, salah satunya adalah pemindahan kabel utilitas dari atas tiang ke bawah tanah (underground). Proses ini memerlukan jaringan serat optik terpadu yang membutuhkan biaya besar. Mengingat anggaran pemerintah saat ini belum mencukupi seluruh kebutuhan infrastruktur, Kadin mendorong adanya kreativitas dalam strategi pembiayaan melalui kolaborasi publik-swasta.

Strategi KPBU dan Event Strategis 30 September

Sebagai langkah konkret, Kadin berencana menyelenggarakan event strategis pada tanggal 30 September mendatang. Acara ini bertujuan meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha swasta dalam membiayai infrastruktur.

“Pemerintah tetap membutuhkan partisipasi sektor privat. Kami di Kadin mengorkestrasi hal ini bersama Bappenas untuk memastikan pendanaan infrastruktur berjalan efektif demi mencapai target Smart City,” jelas Hartini.

Visi Geopolitik: Sinergi Indonesia-China Menuju 2045

Di akhir wawancara, Hardini menyampaikan pandangan geopolitiknya terkait posisi Indonesia di kancah global. Ia memprediksi China akan terus mendominasi ekonomi dunia hingga 70 tahun ke depan, sementara Indonesia ditargetkan menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia pada periode 2045–2050.

Mengacu pada kedekatan geografis kedua negara, Hardini mengajak semua pihak untuk meninggalkan narasi persaingan yang memecah belah dan beralih menuju sinergi.

“Bukan saling mengancam, tetapi saling bergandengan tangan memperkuat kerjasama antara China dan Indonesia. Persiapan SDM generasi muda (Gen Z) harus dimulai sekarang agar kita siap menghadapi tantangan masa depan sebagai big champion di tahun 2045,” tutupnya.

Hardini Puspasari menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pendanaan Pembangunan Kadin Indonesia. Beliau aktif memperjuangkan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) sebagai solusi pembiayaan infrastruktur nasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *