Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
About Us

MAI Dukung Seruan Presiden Prabowo: Persatuan Nasional Kunci Indonesia Maju dan Berdaulat

Avatar photo
47
×

MAI Dukung Seruan Presiden Prabowo: Persatuan Nasional Kunci Indonesia Maju dan Berdaulat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

(Foto: Istimewa Dok:Google)

METROPOLITAN POST– Majelis Adat Indonesia (MAI) menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan pentingnya persatuan nasional dan sinergi antarelite bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang maju, kuat, dan berdaulat.

Example 300x600

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Majelis Adat Indonesia (MAI), Dato’ M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, menyikapi pidato Presiden Prabowo Subianto saat menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara pada 31 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan suatu bangsa tidak mungkin tercapai apabila para pemimpin dan elite terus-menerus terjebak dalam konflik dan pertikaian.
“Tunjukkan kepada saya negara mana yang berhasil kalau elitnya ribut terus,” tegas Presiden Prabowo.

Menurut Dato’ M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, pernyataan Presiden tersebut merupakan pesan kenegaraan yang sangat penting dan relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

“Majelis Adat Indonesia mendukung penuh seruan Presiden Prabowo agar seluruh elemen bangsa mengedepankan persatuan, rekonsiliasi, dan semangat gotong royong. Indonesia tidak akan mampu melompat menjadi negara maju apabila energi bangsa terus dihabiskan untuk konflik, polarisasi, dan pertarungan kepentingan yang tidak produktif,” ujar Dato’ M. Rafik Datuk Rajo Kuaso.

Ia menilai bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan besar, baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, ketahanan pangan, hingga dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Dalam kondisi seperti itu, seluruh komponen bangsa harus mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan.

Menurutnya, rekonsiliasi kebangsaan bukan sekadar slogan politik, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat persatuan nasional dan mempercepat pembangunan.

“Ketika bangsa ini masih menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pembangunan, ancaman krisis pangan global, serta tantangan ekonomi dunia yang tidak menentu, maka yang dibutuhkan adalah kebersamaan dan kolaborasi. Rakyat menginginkan solusi, bukan pertikaian yang berkepanjangan,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang menghimpun berbagai unsur adat dan budaya Nusantara, MAI menilai nilai-nilai luhur kearifan lokal Indonesia sejak dahulu telah mengajarkan pentingnya musyawarah, persaudaraan, dan penyelesaian perbedaan melalui dialog yang bermartabat.

Karena itu, MAI mengajak seluruh tokoh bangsa, elite politik, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pelaku usaha, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung agenda besar persatuan nasional sebagaimana yang disampaikan Presiden Prabowo.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan dunia. Namun cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh anak bangsa bersatu, saling menghormati, dan bekerja bersama membangun negeri.

Sudah saatnya kita mengakhiri politik perpecahan dan mengedepankan rekonsiliasi kebangsaan demi masa depan generasi penerus,” ujar Dato’ M. Rafik Datuk Rajo Kuaso.

MAI meyakini bahwa semangat persatuan yang kuat akan menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, berbudaya, serta mampu bersaing di tingkat global sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

 

Laporan : B. Silitonga

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *