Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
About Us

Merawat Ingatan Leluhur: Keraton Parupuh Madura Peringati Haul Agung Aryo Menak Senoyo

Avatar photo
25
×

Merawat Ingatan Leluhur: Keraton Parupuh Madura Peringati Haul Agung Aryo Menak Senoyo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Haul Agung Raja Aryo Menak Senoyo, Keraton Parupuh Madura Rawat Sejarah, Adat, dan Spirit Keislaman

METROPOLITAN POST— Dalam Rangkaian Kegiatan Upacara Adat Song Osong Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura digelar Haul Agung Raja Aryo Menak Senoyo sekaligus Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Selasa (13/1/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan maraton sejak pagi hingga malam sebagai bagian dari Rangkaian Upacara Adat Song-Osong Keraton Parupuh, menjadi ikhtiar merawat sejarah, adat, serta nilai-nilai keislaman yang berakar kuat di Madura.

Example 300x600

Rangkaian acara dipusatkan di Langgar Keraton Ghejem (Parupuh), Desa Proppo, Kec.Proppo, Kabupaten Pamekasan. Prosesi diawali dengan ziarah kubur hari Senin tgl 12 Januari 2026 sebagai penghormatan kepada para raja dan leluhur dalam silsilah Keraton Parupuh Madura.

Adapun masyarakat dari berbagai wilayah Madura turut hadir mengikuti halal bihalal, kirab ketopak leppet kalaban tumpeng, khatmil Al-Qur’an, hingga tahlil dan pengajian umum dalam rangka Haul Agung Bujuk Ratoh Ghejem atau Aryo Menak Senoyo, Raja pertama trah Majapahit pembawa syiar Islam di masa Hindu-Buddha.

Pengajian menghadirkan tokoh-tokoh agama dan adat, di antaranya K.R. Miftah selaku Pemangku Adat Keraton Parupuh Madura, KH. Musleh Adnan (PP. Nahdlatut Ta’limiyah), Ustad R Achmad Jamaludin Al Firjani (Qori’ Nasional Asal Madura) serta KH. Ali Fahmi Rosyad (PP. Miftahul Ulum Tlotok Pekalongan Sampang).

Keraton Parupuh juga memberikan anugerah kehormatan kepada para tokoh agama tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam dakwah dan pelestarian nilai keislaman.
“Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo telah memberi teladan bagaimana adat, sejarah, dan nilai-nilai keislaman dirawat secara utuh dan bermartabat. Haul Agung ini bukan sekadar peringatan, melainkan pengikat memori kolektif bangsa terhadap jati diri leluhur Nusantara.” pungkasnya.

“Persatuan adat Nusantara akan tetap kokoh selama nilai spiritual, budaya, dan keteladanan para leluhur dijaga bersama. Apa yang dilaksanakan Keraton Parupuh adalah ikhtiar luhur yang patut diapresiasi dan dijadikan rujukan bagi generasi penerus.” ujarnya.

Sementara itu, K.R. Miftahussurur Fatah berharap Haul Agung ini menjadi sarana silaturahmi dan wadah pemersatu seluruh keturunan serta masyarakat Madura di mana pun berada. Keraton Parupuh, menurutnya, terbuka bagi seluruh tokoh-tokoh Madura untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan sejarah, seni tradisi, dan adat leluhur agar tidak tergerus oleh zaman. (Majelis Adat Indonesia/MAI)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *