BERITA

Novi ; “Peringatan HUT HIPPI Ke 50 Tahun Bukan Sekadar Perayaan Perjalanan Organisasi, Melainkan Momentum Untuk Memperkuat Kontribusi Nyata Pengusaha Pribumi Dalam Mendorong Kemajuan Perekonomian Indonesia”

Avatar photo
42
×

Novi ; “Peringatan HUT HIPPI Ke 50 Tahun Bukan Sekadar Perayaan Perjalanan Organisasi, Melainkan Momentum Untuk Memperkuat Kontribusi Nyata Pengusaha Pribumi Dalam Mendorong Kemajuan Perekonomian Indonesia”

Sebarkan artikel ini

Novi ; “Peringatan HUT HIPPI Ke 50 Tahun Bukan Sekadar Perayaan Perjalanan Organisasi, Melainkan Momentum Untuk Memperkuat Kontribusi Nyata Pengusaha Pribumi Dalam Mendorong Kemajuan Perekonomian Indonesia”

 

 

Jakarta, – Momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Tahun 2026 sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 atau Tahun Emas HIPPI menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat peran pengusaha pribumi dalam membangun kemandirian ekonomi nasional.

Mengusung tema “Konsolidasi Pengusaha Nasional untuk Kedaulatan Ekonomi Menuju Indonesia 2045” serta semangat 50 Tahun HIPPI “Bangkit, Mandiri, Indonesia Banget”, kegiatan tersebut diselenggarakan pada Senin (12/10/2026) di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Novi, Bidang Perdagangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) HIPPI, menyampaikan bahwa peringatan setengah abad HIPPI bukan sekadar perayaan perjalanan organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat kontribusi nyata pengusaha pribumi dalam mendorong kemajuan perekonomian Indonesia.

Saat diwawancarai awak media, Novi mengatakan bahwa salah satu perhatian penting HIPPI ke depan adalah mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya UMKM pribumi agar semakin berkembang, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi.

“Di usia HIPPI yang ke-50 tahun ini, kami ingin ikut membangun bangsa Indonesia dari sisi ekonomi agar semakin maju, terutama melalui pengembangan UMKM Indonesia,” ujar Novi.

Menurutnya, kondisi perekonomian yang penuh tantangan saat ini menuntut adanya perhatian lebih terhadap keberlangsungan usaha masyarakat. Berbagai persoalan, termasuk pengurangan tenaga kerja dan pemutusan hubungan kerja (PHK), membuat pengembangan sektor UMKM menjadi semakin penting sebagai salah satu penggerak ekonomi dan sumber kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai UMKM memiliki peran strategis dalam membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, serta membantu masyarakat membangun kemandirian ekonomi di tengah perubahan kondisi dunia usaha.

Lebih lanjut, Novi menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dan media sosial dalam memperluas peluang perdagangan, terutama bagi pelaku UMKM pribumi.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara maksimal agar pelaku usaha kecil tidak tertinggal dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Transformasi perdagangan digital dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas, memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih beragam, sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia.

Novi juga menyinggung sejumlah program digitalisasi perdagangan, termasuk platform PaDi (Pasar Digital) dan berbagai program lainnya yang dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha serta memperluas jaringan pemasaran.

“Untuk UMKM pribumi, pengembangan digital sangat diperlukan. Sekarang sudah banyak program perdagangan digital seperti PaDi dan lainnya yang bisa membantu masyarakat dalam mengembangkan perekonomian agar semakin maju,” jelasnya.

Ia berharap pemanfaatan platform digital tidak hanya menjadi sarana pemasaran, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan perdagangan, dan membangun hubungan bisnis yang lebih profesional.i

Dalam mendukung pengembangan sektor perdagangan dan UMKM, Novi mengungkapkan bahwa HIPPI juga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah lembaga dan instansi terkait.

Salah satu langkah yang tengah menjadi perhatian adalah pengembangan kolaborasi dengan Pegadaian serta beberapa instansi lainnya dalam bidang ekonomi.

Menurutnya, sinergi antara organisasi pengusaha, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berkembang, memperluas jaringan bisnis, serta memperoleh dukungan yang dibutuhkan dalam menjalankan kegiatan usaha.

Novi berharap melalui berbagai program pengembangan dan kerja sama tersebut, perekonomian Indonesia semakin maju dan UMKM pribumi mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional.

Perjalanan 50 tahun HIPPI menjadi refleksi penting bagi organisasi untuk terus memperkuat konsolidasi pengusaha nasional sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian bangsa.

Semangat Bangkit, Mandiri, Indonesia Banget diharapkan tidak berhenti sebagai slogan perayaan, tetapi diwujudkan melalui program kerja yang konkret, penguatan jaringan perdagangan, transformasi digital, serta pemberdayaan UMKM di berbagai daerah.

Melalui Rakernas III HIPPI 2026, diharapkan lahir gagasan, strategi, dan langkah kolaboratif yang mampu memperkuat posisi pengusaha pribumi dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat secara ekonomi menuju 2045.

Bagi Novi, kemajuan UMKM merupakan salah satu bagian penting dari kemajuan bangsa. Dengan dukungan teknologi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas usaha, UMKM pribumi diharapkan semakin berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *