Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Pangkalima Gong Pendy Runca Hadiri Penganugerahan Gelar Adat Bengkulu ke-57 Bersama KRA Ngabehi Fitria Anggraeni

Avatar photo
172
×

Pangkalima Gong Pendy Runca Hadiri Penganugerahan Gelar Adat Bengkulu ke-57 Bersama KRA Ngabehi Fitria Anggraeni

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tampak poto bersama, (dok.istimewa)

METROPOLITAN POST— Perhelatan agung Penganugerahan Gelar Adat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-57 Provinsi Bengkulu berlangsung megah dan penuh marwah di Balai Daerah Semarak Bengkulu.

Example 300x600

Dalam hal ini hadir Diraja Nusantara para tokoh adat se- Nusantara, Raja, Sultan, Pangeran, Datuk, Raden, dan bangsawan adat menghadiri acara bergengsi ini untuk merayakan kejayaan budaya bangsa.

Di antara tamu diraja yang menjadi pusat perhatian adalah Paduka yang Mulia Pangkalima Gong Pendy Runca, selaku Pangeran Mas Senopati, yang hadir bersama istri tercinta, Kanjeng Raden Ayu dari Kalimantan Tengah.
Kehadiran pasangan Diraja ini memperkuat representasi adat Kalimantan dalam barisan kehormatan Majelis Adat Nusantara.

Statemen Pembuka Pangkalima Gong Pendy Runca

Dalam amanat adatnya, Pangkalima Gong menyampaikan pesan mendalam mengenai persatuan dan martabat adat Nusantara.

“Adat adalah tali pengikat rumah besar Nusantara. Ketika kita berkumpul dalam satu majelis kehormatan seperti ini, kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menegakkan marwah bangsa. Persatuan para tokoh adat hari ini adalah simbol bahwa budaya tidak boleh goyah oleh zaman.” ujar Pangkalima Gong Pendy Ruca, Pangeran Mas Senopati

Beliau menegaskan bahwa kehadirannya di Bengkulu merupakan bentuk komitmen Kalimantan Tengah untuk menjaga kehormatan adat, memperkuat solidaritas lintas wilayah, dan menyatukan kekuatan moral budaya Nusantara.

Pangkalima Gong Mendampingi Maharaja Kutai Mulawarman

Sebagai Pangeran Mas Senopati, Pangkalima Gong Pendy Ruca turut mendampingi KDYMM Yang Dipertuan Agung Diraja Nusantara, DYMM Sri Paduka Baginda Berdaulat Agung Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza F.W., Ph.D., Maharaja Kutai Mulawarman, dalam seluruh prosesi adat.

Keduanya disambut melalui Prosesi Adat Istimewa, disertai Tari Barong Landong, tabuhan Dhol, Rabana, Tari Kejai, serta tarian sakral penyambutan tamu agung Bengkulu.

Kehadiran Pangkalima Gong dalam barisan Diraja mempertegas posisi beliau sebagai penjaga kehormatan kerajaan dan adat Nusantara.

Di momen tersebut, KRA Ngabehi Fitria Anggraeni turut hadir mendampingi suaminya, memperlihatkan keharmonisan pasangan Diraja Kalteng dalam menjaga peran kultural mereka di tingkat nasional.

Penganugerahan Gelar Adat oleh Maharaja Kutai Mulawarman

Dalam prosesi utama, DYMM Maharaja Kutai Mulawarman menganugerahkan gelar dan darja adat kepada tokoh-tokoh terpilih, termasuk:
• Ketua BMA Provinsi Bengkulu
• Ketua BMA Rejang Lebong

Sembilan tokoh nasional dan daerah melalui Sidang Mufakat Rajo Penghulu

Penganugerahan ini diberikan sebagai penghormatan atas dedikasi mereka dalam melestarikan adat, menjaga marwah budaya, dan memperkuat kelembagaan adat di wilayah masing-masing.

Foto: Ketua Badan Musyawah Adat Provinsi Bengkulu saat menerima Gelar Dari Maharaja Kutai Mulawarman,  Istimewa
Foto: Ketua Badan Musyawah Adat Provinsi Bengkulu saat menerima Gelar Dari Maharaja Kutai Mulawarman,  Ist

Titah Adat Maharaja Kutai Mulawarman

Dalam sabda adatnya, Maharaja Kutai Mulawarman menyampaikan petuah yang disambut penghormatan seluruh hadirin.

“Budaya adalah roh suatu bangsa. Jika adat kita tegakkan, maka tegak pula jati diri bangsa di tengah derasnya arus zaman. Para pemangku adat harus berdiri sebagai pelita dalam kegelapan, menjaga moral, menjaga marwah, dan menjaga persatuan.”

Beliau menegaskan bahwa setiap gelar adat merupakan amanah untuk menjaga nilai luhur dan menjaga kehormatan Nusantara.

Adapun Daftar Sembilan Tokoh Penerima Gelar Adat 2025

1. Irjen Pol (Purn) Drs. H. Supratman, M.H. – Raja Khalifah 2
2. Laksdya TNI Dr. Irvansya – Pangeran Jaya Kesuma 2
3. Letjen TNI Djon Afriadi – Panglima Raja
4. Prof. Dr. Reda Manthovani – Adipati Kembang Agung
5. H. Helmi Hasan – Sutan Inanyat Syah
6. Khairunnisa Helmi Hasan – Putri Malayan Deni
7. Brigjen TNI Jatmiko Ariyanto – Rio Setanggai Panjang
8. Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si. – Depati Bangun Binang
9. Victor Antonius Saragih – Depati Bangsa Radin

Prosesi diakhiri dengan pemacungan ponoi, pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian, doa adat, dan jamuan bersama para tamu agung.

Tampak potret bersama, (istimewa)
Tampak potret bersama, (istimewa)

Simbol Kebangkitan Marwah Budaya Nusantara

Acara ini menegaskan kebangkitan budaya Nusantara serta komitmen Majelis Adat Indonesia (MAI) sebagai lembaga etik, moral, dan kultural bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri para tokoh adat nasional, di antaranya; DYTM Sripaduka M. Rafik Gelar Datuak Rajo Kuaso — Sekjen MAI
DYTM Pangeran Ratu Jayakarta I, Paduka yang Mulia Pangkalima Gong Pendy Ruca, DYTM Raja Arya Menak Senoyo II, Keraton Parupuh, GKR Sekar Arum Intan.

Kehadiran tokoh-tokoh adat tersebut memperkuat pesan persatuan, kebangsaan, dan marwah adat Nusantara. (Bar.S/Red)

Media Center 

Majelis Adat Indonesia/ MAI

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *