Jakarta – Advokat Rangga Afianto, S.H., M.Si. resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dalam sidang tersebut, Rangga mengangkat disertasi berjudul “Police Oversight & Accountability: Studi Tentang Independensi dan Eksistensi Kelembagaan Komisi Kepolisian Nasional”. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya penguatan fungsi pengawasan dan akuntabilitas kepolisian melalui independensi kelembagaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Usai dinyatakan lulus, Rangga mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian akademik tertinggi yang berhasil diraih. Menurutnya, penyelesaian studi doktoral ini merupakan bagian dari janji intelektual sekaligus perjalanan akademik yang sangat bermakna di lingkungan STIK, institusi yang disebutnya memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu kepolisian di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Rangga menyampaikan apresiasi kepada Ketua STIK Inspektur Jenderal Polisi Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., Direktur Pascasarjana Brigadir Jenderal Polisi Dr. Kif Aminanto, S.I.K., S.H., M.H., pimpinan Program Studi Doktor, serta seluruh jajaran akademik yang telah memberikan dukungan selama masa studi.
Ia menilai lingkungan akademik STIK telah memberikan ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu kepolisian sebagai disiplin ilmu multidisipliner, sekaligus mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Rangga juga menyampaikan penghormatan kepada tim promotor dan co-promotor yang dipimpin Prof. Muradi, M.Si., M.Sc., M.H., Ph.D., bersama Dr. Yopik Gani, M.Si., dan Dr. Maria Puspitasari, M.Si., yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama proses penyusunan disertasi hingga penyelesaian studi.
Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh yang menjadi dewan penguji, antara lain Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M., Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.H., M.B.A., Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si., serta Dr. Supardi Hamid, M.Si.
Selain keberhasilan pribadi, Rangga juga menyoroti capaian Angkatan IX Program Doktor STIK yang mencatat tingkat kelulusan tertinggi sejak program tersebut berdiri. Sebanyak 90 persen peserta angkatan tersebut berhasil lulus dengan predikat Summa Cum Laude.
Menurutnya, perjalanan akademik bersama rekan-rekan dari unsur Polri maupun non-Polri telah melahirkan ikatan persaudaraan yang kuat. Kebersamaan selama menempuh pendidikan menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya membentuk kapasitas intelektual, tetapi juga mempererat hubungan antarpeserta didik.
Di akhir penyampaiannya, Rangga menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta, khususnya istri, anak-anak, orang tua, dan mertua yang senantiasa memberikan dukungan, doa, serta motivasi selama proses pendidikan berlangsung.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan keluarga yang selalu menjadi sumber kekuatan dan semangat dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Rangga.
Dengan keberhasilan tersebut, Rangga Afianto menambah deretan akademisi dan praktisi hukum yang berhasil meraih gelar doktor melalui penelitian yang berfokus pada penguatan tata kelola, pengawasan, dan akuntabilitas institusi kepolisian di Indonesia.
(ard)


















