Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

RPA INDONESIA Jadi Laboratorium Lapangan bagi Mahasiswa, Perkuat Sinergi Akademik dalam Advokasi Perempuan, Anak, dan Pekerja Migran

Avatar photo
4972
×

RPA INDONESIA Jadi Laboratorium Lapangan bagi Mahasiswa, Perkuat Sinergi Akademik dalam Advokasi Perempuan, Anak, dan Pekerja Migran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

RPA INDONESIA Jadi Laboratorium Lapangan bagi Mahasiswa, Perkuat Sinergi Akademik dalam Advokasi Perempuan, Anak, dan Pekerja Migran

 

Example 300x600

 

Jakarta, 16 Juli 2026 –

 

Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk belajar langsung melalui program magang dan pendampingan lapangan di bidang advokasi perempuan, anak, dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Program ini diikuti oleh tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Studi Global Universitas Budi Luhur, seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), serta seorang mahasiswa Program Doktor (S3) Filsafat Universitas Indonesia (UI). Surat permohonan resmi dari perguruan tinggi telah diterima RPA Indonesia pada Kamis, 16 Juli 2026.

Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, menegaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi tempat magang, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran nyata mengenai pendampingan hukum, advokasi, serta perlindungan hak perempuan, anak, dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Kami membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung di lapangan. Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami praktik advokasi yang profesional, humanis, dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia,” ujar Jeannie Latumahina.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal RPA Indonesia, Herly Lotulung, bersama Yusuf Pradiga dan Paulus Tutuarima dari DPP RPA Indonesia, menjelaskan bahwa para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan, antara lain pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pendampingan Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bersama Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI, pendampingan kasus di Mabes Polri, kegiatan Hari Anak Nasional pada 22 Juli 2026, seminar bersama Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, serta berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan advokasi lainnya.

Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, berharap kerja sama dengan perguruan tinggi ini dapat melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus pengalaman praktik di bidang perlindungan perempuan, anak, dan Pekerja Migran Indonesia.

“Belajar dari lapangan adalah belajar memahami realitas. Dari realitas itulah lahir solusi yang berpihak kepada kemanusiaan,” tegas Jeannie Latumahina.

RPA INDONESIA
“Bersama Melindungi, Bersama Menguatkan.”
Perempuan dan Anak berani berbicara

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *