JAKARTA — Tokoh masyarakat Menteng, Jakarta Pusat, Heri Sumartioso, mengimbau warga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di tengah dinamika aksi massa di Ibu Kota. Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memicu kericuhan.
Heri mengatakan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut, menurut dia, tetap harus dijalankan dengan tertib dan tidak berubah menjadi tindakan anarkistis.
“Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin membuat keonaran di Jakarta. Mari kita bersama-sama menjaga kamtibmas,” kata Heri dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Ia menolak segala bentuk aksi yang berujung pada kekerasan, perusakan fasilitas umum, maupun tindakan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Heri, Jakarta merupakan ruang bersama. Karena itu, keamanan Ibu Kota bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga membutuhkan kesadaran warga.
Heri juga meminta masyarakat menyaring informasi yang beredar, terutama kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak dimanfaatkan untuk mengadu domba masyarakat.
“Silakan menyampaikan aspirasi. Tapi jangan sampai ada provokasi yang kemudian merugikan masyarakat luas,” ujarnya.
Heri berharap tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen warga ikut menjaga suasana Jakarta tetap aman dan kondusif.
Ia mengatakan setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum dan mekanisme demokrasi yang tersedia.
“Jaga Jakarta. Tolak provokasi, tolak aksi anarkis, dan jangan beri ruang kepada pihak mana pun yang ingin membuat kerusuhan,” tutur Heri.


















