Jakarta, – Yayasan Pesona Kreatif Indonesia kembali menghadirkan ajang bergengsi Putra Putri Kebudayaan Nusantara (PPKN) 2026 yang emasuki penyelenggaraan edisi ketujuh & Miss Nusantara 2026 dimana ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi pencarian figur generasi muda berbakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan, melestarikan, serta mempromosikan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat luas hingga tingkat internasional.
Founder & CEO Yayasan Pesona Kreatif, Rahmad, S.H., M.H., C.CTr., dalam wawancara & pressconference dengan awak media menyampaikan bahwa yayasan yang dipimpinnya secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional sebagai bagian dari komitmen membangun potensi generasi muda Indonesia.
Rahmad menjelaskan, Yayasan Pesona Kreatif memiliki dua agenda nasional dan satu agenda internasional yang menjadi bagian dari program pengembangan generasi muda. Salah satu agenda unggulannya adalah Putra Putri Kebudayaan Nusantara yang tahun 2026 telah memasuki edisi ketujuh.
Menurutnya, PPKN 2026 dirancang dengan konsep yang lebih komprehensif. Para peserta tidak hanya dinilai berdasarkan penampilan, tetapi juga karakter, wawasan, kemampuan berkomunikasi, kecintaan terhadap budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Kami ingin mendapatkan pemenang yang benar-benar memiliki karakter baik, wawasan luas, dan mampu membawa nama organisasi dengan penuh tanggung jawab. Karena mereka nantinya bukan hanya menyandang gelar, tetapi juga menjadi representasi generasi muda Indonesia,” ungkap Rahmad.
Angkat Diplomasi Budaya dan Kekayaan Wastra Nusantara
Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat sejumlah pengembangan dalam sistem penilaian. Di antaranya melalui penilaian kecakapan budaya, diplomasi budaya, serta kemampuan peserta mempresentasikan kekayaan wastra dari daerah masing-masing.
Para peserta diberikan kesempatan untuk memperkenalkan busana tradisional atau wastra daerah yang dikembangkan melalui sentuhan modifikasi kreatif tanpa meninggalkan nilai dan identitas budaya aslinya.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperlihatkan bahwa kebudayaan Indonesia bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekayaan yang dapat terus berkembang, beradaptasi, dan memiliki daya tarik di panggung nasional maupun internasional.
Rahmad menegaskan, aspek karakter juga menjadi perhatian utama. Pihak yayasan ingin memastikan setiap pemenang memiliki kualitas kepribadian yang baik, sehingga mampu menjalankan tugas sebagai duta kebudayaan secara profesional.
Empat Kategori Usia, Peserta dari Berbagai Provinsi
Putra Putri Kebudayaan Nusantara 2026 membuka kesempatan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia melalui empat kategori usia.
Kategori tersebut meliputi:
– Cilik A: Usia 5–10 tahun.
– Cilik B: Usia 11–13 tahun.
– Remaja: Usia 14–18 tahun.
– Dewasa: Usia 18–30 tahun.
Khusus kategori dewasa, tercatat sebanyak 29 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia akan mengikuti kompetisi tahun ini. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan menjadi ruang pertemuan generasi muda untuk saling mengenal, bertukar wawasan, serta memperkenalkan identitas budaya masing-masing.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai dengan masa karantina pada 14 Oktober 2026, sementara malam puncak atau Grand Final akan berlangsung pada 17 Oktober 2026.
Selama masa karantina, peserta akan mengikuti berbagai pembekalan dan penilaian yang dirancang untuk mengukur kemampuan, wawasan, kepribadian, serta kesiapan mereka menjadi representasi kebudayaan Indonesia.
Pemenang Dipersiapkan Menuju Kompetisi Internasional
Tidak berhenti pada kompetisi tingkat nasional, Yayasan Pesona Kreatif juga membuka kesempatan bagi para pemenang untuk melangkah ke ajang internasional.
Rahmad mengungkapkan bahwa para pemenang nantinya berpeluang mewakili Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional, di antaranya Miss Universe, Mr. Cosmo, dan Miss Global, sesuai dengan peluang serta kategori yang tersedia.
Sementara itu, untuk peserta kategori cilik dan remaja, yayasan juga mempersiapkan kesempatan mengikuti ajang internasional seperti World Junior Pageant Ambassador yang direncanakan berlangsung pada tahun 2027.
Menurut Rahmad, kesempatan tersebut merupakan bentuk komitmen yayasan dalam memberikan ruang lebih luas kepada generasi muda Indonesia agar mampu menunjukkan potensi, prestasi, dan kekayaan budaya bangsa di hadapan dunia.
Selain Putra Putri Kebudayaan Nusantara, Yayasan Pesona Kreatif juga mempersiapkan ajang Miss Nusantara edisi kelima tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11–15 November 2026 di Jakarta.
Berbeda dengan kompetisi yang hanya berorientasi pada penampilan, Miss Nusantara mengedepankan empat fokus advokasi utama, yakni pariwisata, kebudayaan, sosial, dan perlindungan perempuan.
Rahmad menegaskan bahwa seorang perempuan yang menyandang gelar Miss Nusantara harus memiliki kepedulian nyata terhadap masyarakat. Gelar dan selempang yang dikenakan harus diikuti dengan kontribusi serta kegiatan positif yang dapat dirasakan langsung oleh lingkungan sekitarnya.
Para peserta nantinya didorong untuk melakukan kegiatan sosial, turun langsung ke masyarakat, serta mendokumentasikan berbagai aksi nyata sebagai bagian dari program advokasi mereka.
“Kami ingin para Miss ini memiliki jiwa sosial. Mereka harus turun ke lapangan, melakukan aksi nyata, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menyandang gelar Miss Nusantara tidak cukup hanya dengan selempang, tetapi harus memiliki kontribusi dan kepedulian terhadap lingkungan sosial,” jelasnya.
Untuk ajang internasional, Miss Nusantara juga memiliki jalur representasi tersendiri, di antaranya Miss Aura International, Miss Tourism World, dan Miss Asia Global.
Hal menarik lainnya dari program Yayasan Pesona Kreatif adalah komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang kebudayaan dan pageant, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan.
Rahmad menyampaikan bahwa pihaknya ingin memberikan pembinaan berkelanjutan kepada para pemenang setelah mereka menyelesaikan masa jabatan.
Salah satu program yang disiapkan adalah membuka peluang kolaborasi dan pengalaman magang di lingkungan perusahaan atau kantor yayasan. Melalui program tersebut, para pemenang diharapkan mendapatkan pengalaman kerja, memperluas jaringan, serta mengembangkan kemampuan berwirausaha.
Menurutnya, generasi muda Indonesia harus dipersiapkan menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, produktif, dan mampu menciptakan peluang usaha.
Dengan demikian, ajang Putra Putri Kebudayaan Nusantara maupun Miss Nusantara tidak hanya menjadi tempat berkompetisi untuk memperoleh gelar, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Melalui penyelenggaraan Putra Putri Kebudayaan Nusantara 2026 dan Miss Nusantara 2026, Yayasan Pesona Kreatif berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, wawasan kebangsaan, kecintaan terhadap budaya, kepedulian sosial, serta kemampuan bersaing di tingkat global.
Rahmad berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai proses pembelajaran untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia melalui keberagaman budaya yang dimiliki.
Baginya, keberhasilan sebuah ajang bukan hanya diukur dari siapa yang berhasil meraih mahkota atau gelar juara, melainkan sejauh mana para pemenang mampu menjalankan peran, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta membawa nama baik Indonesia.
Dengan semangat tersebut, Putra Putri Kebudayaan Nusantara 2026 diharapkan menjadi panggung lahirnya generasi muda yang tidak hanya bangga terhadap warisan budaya bangsa, tetapi juga siap menjadi duta Indonesia di tingkat dunia.











