Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Karyawan Alo Oba Ungkap Dugaan Ancaman dari Oknum Imam Katolik di Labuan Bajo Soal Perselisihan Tanah

Avatar photo
131
×

Karyawan Alo Oba Ungkap Dugaan Ancaman dari Oknum Imam Katolik di Labuan Bajo Soal Perselisihan Tanah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

[Foto: Simon Jeriki alias John. Istimewa]

METROPOLITAN POST- Tiga karyawan penjaga tanah Alo Oba, yaitu Simon Jeriki alias John, Mansur, dan Siprianus Transurdi, mengungkapkan dugaan ancaman serius yang datang dari Pater Marsel Agot SVD, yang merupakan oknum Imam Katolik di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka menyatakan bahwa pihak yang seharusnya menjalankan misi pelayanan kemanusiaan justru menunjukkan sikap yang menakutkan dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah pariwisata super premium tersebut.

Example 300x600

Menurut Simon Jeriki, peristiwa dimulai pada Selasa (27/1/2026) di lokasi tanah Alo Oba di Batu Gosok, Kelurahan Wae Kelambu. Saat itu, Pater Marsel Agot datang bersama sejumlah massa yang membawa parang, kemudian memasang pilar penanda klaim tanah.

“Awalnya kami tidak mempersoalkan pemasangan pilar karena kami anggap itu hanya klaim semata. Namun ketika saya ingin memasang spanduk penanda tanah milik Alo Oba, saya dilarang dan mulai ada nada suara yang keras beserta ancaman,” ujar John kepada media pada Sabtu (14/2/2026).

John menambahkan bahwa Pater Marsel mengancam akan memanggil massa dari kampungnya untuk “perang melawan Alo Oba” dan menggunakan istilah dalam bahasa Manggarai “purak mukang wajo kampong” yang berarti menyerang dan mengepung markas. Ia juga menyatakan bahwa klaim Pater Marsel sebagai pemilik tanah tersebut tidak sesuai dengan pengetahuannya, dan telah mengajak pihak terkait untuk menghubungi kuasa hukum Alo Oba yang tertera di spanduk lokasi.

Siprianus dan Mansur juga mengkonfirmasi informasi yang disampaikan John, menyatakan bahwa ancaman yang diberikan Pater Marsel Agot benar adanya dan menyatakan, “Dia bilang mana Alo Oba suruh ke sini, kalau tidak kita panggil lagi masa dari kampung. Biar kita mati sini kami tidak takut.”

Laporan Redaksi Media: Barto S

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *