Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

BRIN Gelar Latihan Penanggulangan Bahaya Radiasi Nuklir dan Kebakaran di Yogyakarta

Avatar photo
136
×

BRIN Gelar Latihan Penanggulangan Bahaya Radiasi Nuklir dan Kebakaran di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Yogyakarta – Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksdya TNI (Purn) Prof. Dr. Amarulla Octavian, didampingi Tenaga Ahli Utama Kepala BRIN Laksda TNI (Purn) Rachmat Hartoyo serta jajaran pejabat kawasan, memimpin langsung Latihan Penanggulangan Bahaya Radiasi Nuklir dan Kebakaran di Kawasan Sains dan Edukasi Achmad Baiquni, Babarsari, Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan budaya keselamatan, kesiapsiagaan kedaruratan, serta pengamanan fasilitas strategis nasional berbasis teknologi nuklir.

Example 300x600

Latihan yang digelar di lingkungan fasilitas nuklir pendidikan dan penelitian itu menggambarkan berbagai skenario keadaan darurat, mulai dari kecelakaan pengangkutan zat radioaktif, paparan radiasi, hingga kebakaran gedung laboratorium. Simulasi dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan unsur proteksi radiasi, unit pemadam kebakaran, tenaga medis, personel pengamanan kawasan, serta unsur pendukung lainnya.

 

Dalam arahannya, Amarulla Octavian menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan fasilitas nuklir modern. Menurutnya, penguasaan teknologi tinggi harus diimbangi dengan disiplin keselamatan yang kuat, kemampuan respons cepat, dan koordinasi lintas sektor yang terlatih dengan baik.

“Kehadiran langsung pimpinan BRIN dalam kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa budaya keselamatan bukan sekadar kewajiban teknis petugas lapangan, melainkan komitmen bersama seluruh jajaran organisasi,” ujarnya.

Kegiatan latihan di KSE Achmad Baiquni juga menjadi implementasi nyata regulasi kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan nuklir sebagaimana diatur oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Pedoman nasional menegaskan bahwa setiap fasilitas nuklir wajib memiliki prosedur tanggap darurat, personel terlatih, sistem mitigasi risiko, serta kemampuan koordinasi lintas instansi yang solid.

Dalam latihan ini, koordinasi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur militer, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, BAPETEN, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD), Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Yogyakarta, RSUD Dr. Sardjito, serta Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Daerah Yogyakarta.

Keterlibatan lintas sektor tersebut menegaskan bahwa kesiapsiagaan kedaruratan nuklir bukan menjadi tanggung jawab satu institusi semata, melainkan hasil kolaborasi antara lembaga riset, otoritas keselamatan, aparat keamanan, dan layanan publik daerah.

Simulasi juga memperlihatkan pentingnya pendekatan multi-bahaya (multi-hazard approach) dalam pengamanan fasilitas strategis. Bahaya radiasi dinilai tidak dapat dipisahkan dari potensi risiko lain seperti kebakaran, ledakan, kegagalan sistem, maupun dampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan.

Karena itu, latihan dilaksanakan secara terpadu agar seluruh personel memahami prosedur evakuasi, dekontaminasi, pemantauan radiasi, pengendalian area bahaya, hingga pemadaman api sesuai standar keselamatan radiasi yang berlaku.

Kawasan Sains dan Edukasi Achmad Baiquni sendiri merupakan pusat pendidikan dan penelitian teknologi nuklir nasional yang memiliki sejumlah fasilitas strategis, termasuk Reaktor Kartini dan laboratorium radiologi pendidikan.

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, kegiatan riset, sektor kesehatan, industri, serta ketahanan teknologi nasional. Oleh sebab itu, aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap aspek operasional kawasan.

Melalui penyelenggaraan latihan ini, BRIN menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia dilakukan secara profesional, aman, dan bertanggung jawab.

Kepemimpinan langsung Wakil Kepala BRIN dalam kegiatan tersebut sekaligus memberikan pesan bahwa budaya keselamatan merupakan komitmen bersama seluruh unsur organisasi demi menjaga keselamatan manusia, kelestarian lingkungan hidup, dan keberlanjutan riset nasional.

 

(ard)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *