Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Dwi Guna Laksana Tbk (IDX: DWGL) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Paparan Publik di Financial Hall Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (30/6). Dalam kesempatan tersebut, Perseroan memaparkan pencapaian kinerja sepanjang tahun buku 2025 sekaligus strategi bisnis untuk menjaga pertumbuhan di tengah dinamika industri batu bara.
Paparan publik dipimpin oleh Direktur Utama Herman Fasikhin didampingi Direktur Hendra Winanto. Adapun jajaran Dewan Komisaris Perseroan terdiri atas Komisaris Utama Robin Wahyudi Alim Utomo, Komisaris Tjipto Rijanto, Komisaris Darusman Mawardi, dan Komisaris Chowadja Sanova.
Dalam pemaparannya, Herman Fasikhin mengatakan PT Dwi Guna Laksana Tbk yang didirikan pada 1986 akan memasuki usia ke-40 pada tahun ini. Perseroan telah berkembang menjadi salah satu pemasok batu bara utama bagi pembangkit listrik milik PT PLN (Persero), dengan rekam jejak panjang dalam menjaga kualitas pasokan dan hubungan kerja sama jangka panjang.
“Fokus utama Perseroan tetap pada perdagangan batu bara serta memastikan komitmen pasokan kepada PLN melalui kontrak jangka panjang. Di sisi lain kami juga terus memperluas penetrasi pasar melalui anak usaha untuk segmen non-PLN,” ujar Herman.
Saat ini DWGL memiliki 11 kontrak jangka panjang sebagai pemasok batu bara untuk pembangkit listrik PLN. Selain itu, melalui anak usaha PT Sinergi Laksana Bara Mas, Perseroan juga mengembangkan bisnis perdagangan batu bara untuk pasar industri non-PLN sehingga memberikan ruang pertumbuhan yang lebih luas.
Menurut Herman, industri batu bara masih menghadapi tantangan global seperti ketegangan geopolitik, percepatan transisi energi, perubahan cuaca, hingga meningkatnya produksi batu bara di China dan India. Namun, permintaan domestik, khususnya dari sektor kelistrikan, masih menjadi penopang utama bisnis Perseroan.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, DWGL menjalankan sejumlah strategi, antara lain memperluas penetrasi pasar domestik di luar PLN, meningkatkan efisiensi di seluruh lini usaha, menjaga ketepatan pengiriman batu bara, serta mempertahankan kualitas layanan kepada pelanggan.
Perseroan juga mencatat berbagai pencapaian penting sepanjang 2025, di antaranya membukukan volume pengiriman batu bara tertinggi dalam sejarah perusahaan, mempertahankan pertumbuhan laba komprehensif, serta kembali meraih penghargaan sebagai distributor batu bara terbaik dari Nusantara Power dan penghargaan kepatuhan perpajakan.
Sementara itu, Direktur Hendra Winanto memaparkan bahwa tahun 2025 menjadi tahun terbaik sepanjang sejarah Perseroan dari sisi kinerja keuangan.
DWGL berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,4 triliun, tertinggi sejak Perseroan berdiri. Laba bersih mencapai Rp406 miliar, sementara EBITDA tumbuh 32,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba per saham dasar juga meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp24,28 per saham.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat dari Rp1,6 triliun pada 2024 menjadi Rp1,9 triliun pada 2025. Kenaikan tersebut terutama berasal dari pertumbuhan aset lancar yang mencerminkan semakin kuatnya aktivitas operasional perusahaan.
Liabilitas Perseroan meningkat secara terkendali dari sekitar Rp1,3 triliun menjadi Rp1,4 triliun, sementara ekuitas melonjak signifikan dari Rp275 miliar menjadi sekitar Rp500 miliar, mencerminkan semakin kuatnya struktur permodalan perusahaan.
Ke depan, PT Dwi Guna Laksana Tbk akan terus memperkuat posisinya sebagai pemasok batu bara terpercaya bagi sektor kelistrikan nasional, memperluas pasar domestik melalui anak usaha, menjaga efisiensi operasional, serta mempertahankan tata kelola perusahaan yang baik guna menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Dengan pengalaman hampir empat dekade di industri batu bara dan logistik pelabuhan, DWGL optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memberikan nilai tambah yang berkesinambungan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

















