Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

WORKSHOP KEHUMASAN PP KAMMI X DITJEN HORTIKULTURA Dengan Tema “Merawat Narasi, Memanen Dampak”

Avatar photo
56
×

WORKSHOP KEHUMASAN PP KAMMI X DITJEN HORTIKULTURA Dengan Tema “Merawat Narasi, Memanen Dampak”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Jakarta, 6 September 2026 – Bidang Humas Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( PP KAMMI) dan Direktorat Jenderal Hortikultura Jakarta bekerjasama menyelenggarakan workshop kehumasan dengan tema *“Merawat Narasi, Memanen Dampak”* sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas komunikasi publik di lingkungan Ditjen Hortikultura. Kegiatan ini menegaskan bahwa komunikasi pembangunan pertanian, khususnya sektor hortikultura, tidak cukup hanya berhenti pada penyampaian informasi, tetapi harus mampu membangun pemahaman, kepercayaan, dan mendorong perubahan nyata di masyarakat.

Example 300x600

Pemilihan tema “Merawat Narasi, Memanen Dampak” ini mencerminkan komitmen Ditjen Hortikultura untuk secara konsisten menyusun, mengelola, dan mengawal pesan-pesan pembangunan hortikultura yang akurat, edukatif, serta menyejukkan di ruang publik. Narasi yang baik tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kepercayaan publik, membangun citra positif petani, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sektor hortikultura nasional.

Melalui workshop ini juga, peserta dibekali sejumlah kompetensi utama, meliputi penguasaan media digital dan content creation, manajemen krisis dan komunikasi publik, serta strategi kemitraan media. Penguatan keterampilan media digital diarahkan pada kemampuan menyusun narasi kreatif, fotografi, videografi, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti _Artificial Intelligence_ (AI) untuk mengemas berita pertanian secara modern dan menarik.

Selain itu, peserta juga memperoleh penguatan kemampuan dalam merespons isu-isu strategis secara cepat, tepat, dan solutif. Kompetensi ini menjadi penting untuk memastikan komunikasi publik tetap informatif, responsif, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Workshop juga mendorong pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pembangunan kolaborasi yang sehat dan produktif dengan insan pers serta para pemangku kepentingan kehumasan.

Tidak berhenti pada penguatan kapasitas, Ditjen Hortikultura juga menyiapkan langkah konkret pasca-workshop untuk memastikan materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Setiap unit kerja diarahkan untuk menyusun Rencana Aksi Kehumasan atau _Action Plan_ berupa program publikasi berkala yang terukur dan berbasis output serta outcome.

Tindak lanjut lainnya mencakup penguatan jejaring pengelola kehumasan di lingkungan Ditjen Hortikultura melalui sistem monitoring dan evaluasi konten secara berkala, baik harian maupun mingguan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, mempercepat pertukaran informasi, serta meningkatkan kualitas dan konsistensi publikasi pembangunan hortikultura.

Sebagai bagian dari upaya memastikan efektivitas komunikasi publik, Ditjen Hortikultura juga mendorong penerapan _Key Performance Indicator (KPI) publikasi_ sebagai salah satu indikator evaluasi unit kerja. Dengan demikian, kinerja kehumasan tidak hanya diukur dari jumlah informasi yang disampaikan, tetapi juga dari sejauh mana informasi tersebut mampu menjangkau masyarakat, membangun pemahaman, dan menghasilkan dampak yang diharapkan.

Melalui workshop ini, Ditjen Hortikultura menegaskan bahwa kehumasan merupakan bagian strategis dari pembangunan pertanian. Narasi yang dirawat secara konsisten, dikelola secara profesional, dan diarahkan pada kebutuhan publik diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebijakan, kerja pembangunan, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *